16 April 2013

When Tiffany Fallin' Love [Chap-5]



Title       : When Tiffany Fallin’ Love
Author   : Han Ha Rin
Main cast             :

1.       Tiffany SNSD As Her Self
2.       Lee Sung Min As Him Self
3.       Lee Dong Hae As Him Self

Other Cast          :

1.       Leeteuk As Him Self – Fanny’s First Brother
2.       Heechul As Him Self – Fanny’s Second Bro
3.       Siwon As Him Self – Fanny’s Third Bro
4.       Yesung As Him Self – Fanny’s Fourth Bro
5.       Wookie As Him Self – Fanny’s Fifth Bro
6.       Seohyun As Her Self
7.       Yu Ri As Her Self – Sung Min's Sister
8.       Hyoyeon As Her Self – Tiffany’s friend

Genre   : Romance, Comedy
Disclaimer by : Momo Love (Taiwanesse Drama)
Rating   : General (G)
Crossposting : Facebook
R/R [Read & Review] : Diharapkan Readers tidak pasif

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Annyeong haseyo yeorobun,,, Thor gaje is back.. Sebelum thor gaje merit thor mau share satu lagi chapter serunya dari fanfiction ini lhooooooo.......... Takutnya thor libur panjang truussss ga bisa share kelanjutannya, makdarit a.k.a maka dari itu thor usahakan buru2 kerjain kelanjutannya,,,

Penasaran???? pasti donk??? yesungmin kalo penasaran thor langsung ijinkan yeorobun baca kelanjutannya deh..... Tapi jangan lupa RCLnya nde!!! jheongmal gomawo..... ^^

Happy Reading yeorobun!!!
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Recap Chap-4

  Seperti pagi biasanya, setelah selesai mandi dan berganti baju aku tak lupa menyikat gigiku sejenak di toilet. Sesudah berkumur aku segera menuju pintu keluar "mwoya?" aku benar-benar terkejut melihat empat orang aneh itu sudah berdiri menatapku di depan pintu sembari membawa stick softball....


Recap Chap-4 End

***

Chapter 5

Wookie's POV

   "mwoya?" tanyaku heran menatap keempat orang aneh tersebut "jaga Fany di rumah, jika dia menanyakan kemana kami pergi bilang saja kau tidak tahu" ujar Eteuk hyung "memangnya kalian mau pergi kemana?" tanyaku mengernyitkan dahi "sssttt!!!" sergah Heechul hyung sembari mempraktikan tangannya seperti menutup resleting dimulut, ya itu tandanya aku disuruh diam. Mereka pun pergi satu per satu, kurasa mereka mau menyerang Sungmin, sepertinya Sungmin sedang sial. Salah kau juga kenapa harus mengenal Tiffany?" pekikku dalam hati.

Wookie's POV End

***
Narasi

  Keempat orang aneh itu menuruni anak tangga satu per satu secara mengendap-endap, mereka takut Fany mengetahui gerak-gerik mereka "eotthokhae? Apa dia sudah bangun?" bisik Leeteuk pada Yesung yang sedari tadi membawa-bawa stick softball "sepertinya belum" jawab Yesung "ah joahyo, kajja kita pergi sekarang!" sahut Leeteuk kemudian mulai melangkah dengan tenang diikuti ketiga domsaengnya "whooaaa!!!!" teriak keempatnya tersentak dengan sesuatu yang hampir mengenai kepala mereka tiba-tiba menghadang langkah mereka. Rupa-rupanya Fany yang mereka kira masih tertidur ternyata mendengar rencana jahat mereka, dengan nekad Fany menghadang langkah mereka dengan sebuah pedang. Bahkan saking beratnya pedang tersebut tubuh Fany hampir terbanting ketika berusaha menempas pedang tersebut "changkaman!" seru Fany sembari menutup matanya "aku tak akan membiarkan kalian menemukan Sungmin" lanjutnya kini keempat oppanya memutari posisinya.
Narasi End

***

Tiffany's POV

   "Changkaman!" seruku sembari menutup kedua mataku "aku tak akan membiarkan kalian menemukan Sungmin" lanjutku melihat Siwon oppa melangkah ke belakangku "Fany ya! Kenapa kau mengambil pedang halmoni? eoh?" tanya Siwon oppa perlahan berusaha meraih pedang ditanganku, kutatap wajahnya "aniya!!" tukasku berusaha memperkuat peganganku terhadap pedang halmoni. Aku tak sanggup menahan beratnya pedang ini, ketika berusaha kuraih aku tak sengaja kembali menghempaskan pedang ini "who... whoaaaa" teriak oppadeul karena pedangnya hampir menepis kepala Siwon oppa namun kulihat Wonppa berhasil menghindar dengan posisi yang mendadak berbaring di atas sofa dan kulihat kedua matanya terbelalak lebar "Jangan main-main!! Kita bisa bernegosiasi mengenai Sungmin kan?" sahut Eteuk oppa membuatku menoleh "itu benar" sambung Yesung oppa "kalian bohong!!!" teriakku sembari menepis pedang tersebut di lantai tepat di bawah kaki ketiga oppaku, kulihat Teukppa melompat menghindari pedang halmoni.
  Aku benar-benar kesal, emosiku memuncak. Aku tak percaya dengan oppadeul saat ini "Fany ya! Lihat aku! Kita bisa diskusikan hal ini, okay?" sahut Heeppa memegangi bahuku, kumanyunkan bibirku "aku tak mauuuu!!!" teriakku lagi berusaha mengangkat pedang berat ini "Fany ya!! Letakkan pedangnya!!" seru Yesung oppa ketakutan karena posisi pedangku tepat di depan wajahnya "aaahhh" pedangku jatuh ke samping Yesung dan mengenai keranjang buah di meja, aku tak sanggup mengangkat pedang ini "oppadeul gwenchanayo?" tanyaku menutup kedua mataku dengan rasa takut dan cemas "Fany ya! Berikan pedangnya padaku!" seru Heechul oppa kudengar, aku tak mau menurutinya sebaiknya kuangkat lagi pedang ini "Fany ya!!!" seru Chulppa sepertinya sedang berusaha memegangi pedangku yang mungkin hampir menepis kepalanya "kita bisa bicarakan ini baik-baik ne! Jangan gegabah, letakkan pedangnya dulu!" seru Leeteuk oppa membuatku membuka mata. Sejak tadi aku tak mau melihat bagian pedang tersebut, yang kulihat hanya tongkatnya tapi sekarang aku melihat bagian pedang tersebut. Yaks rasanya kepalaku pusing.

Tiffany's POV End

***

Narasi

   Fany pingsan begitu melihat bagian pedang panjang yang sejak tadi ia mainkan, sejak kecil Fany memang phobia dengan pedang atau pisau, jika ia melihat pedang atau pisau ia pasti pingsan. Maka dari itu sejak tadi ia mainkan pedang neneknya ia tak berani menatap bagian pedangnya, ia hanya berani menatap tongkat panjangnya dan setiap kali ia tebaskan pedang tersebut ia berusaha menutup kedua matanya namun saat Heechul berusaha mengambil pedangnya Fany tak sengaja melihat bagian pedang yang ia takuti akhirnya ia pun terjatuh pingsan "Fany ya! Gwenchanayo? apa kau terluka?" tanya Keempatnya mengkhawatirkan keadaan Fany. Siwon dan Heechul berusaha memegangi kepala Fany yang hampir terbentur lantai sementara Heechul masih memegangi pedang tajam tersebut "Fany ya!! Wookie ya! Tolong pegangi pedang ini!!" seru Heechul menyerahkan pedangnya pada Wookie namun ia tak sanggup menahan beratnya pedang ini hingga pedang ini hampir menebas Wookie. Wookie benar-benar terkejut melihat pedang itu hampir menepisnya "apa kita harus memanggil ambulan?" tanya Siwon "aaahhhh!!!" teriak Wookie kakinya yang sedang terluka tertimpa pedang tersebut namun pedangnya dalam keadaan menyamping.


  Tak ada yang menghiraukan keadaan Wookie yang meronta kesakitan menahan pedang tersebut di kakinya "Fany ya! Apa Fany masih takut terhadap pedang atau pisau? setiap kali ia menyentuh pisau pasti aku akan sial" pekik Wookie masih meronta kesakitan.

Flashback

   "Sekarang songsaenim akan meminta bantuan pada kalian, songsaenim butuh dua orang ilmuwan untuk membantu songsaenim menyelesaikan percobaan selanjutnya. Siapa yang mau membantu? tunjuk tangan!" seru songsaenim "Naneun!!" teriak Fany kecil sembari menunjuk tangan tinggi-tinggi "ah Fany kecil, kita masih membutuhkan satu orang siswa lagi, siapa lagi yang bersedia?" sahut songsaenim menoleh ke semua siswa "songsaenim Wookie oppa juga mau" teriak Fany sembari mengankat tangan Wookppa tinggi-tinggi namun dari ekspresinya Wookie nampak enggan melakukannya "aniya! Aku tidak mau" sahut Wookie menggelengkan kepalanya "ah ne, kita minta Fany dan Wookie untuk membantu songsaenim melakukan dasar dari percobaan ilmu alam" sahut Songsaenim membuat Fany sangat antusias. Songsaenim pun mengambil sesuatu dari mejanya "membedah katak" sahut songsaenim sembari menunjukkan dua ekor katak kecil ditangannya "yeeeey!!!" teriak Fany antusias "kajja kita mulai membedah! Kalian siap?" tanya songsaenim.

Flashback End

*** 
Wookie's POV

  "Ini adalah percobaan yang menakutkan, pada akhirnya aku harus operasi usus buntu sebelum waktunya tapi itu bukan inti permasalahannya. Intinya adalah karena kecelakaan ini mempengaruhi mental Fany. Setelah kejadian itu setiap kali ia memegang pisau maka detak jantung dan pernapasannya meningkat, dia akan merasa pusing dan kemudian pingsan" kucoba menjelaskan flasback tersebut pada yeorobun "waktu itu Fany terkejut melihat pisau yang ia pegang, ia gagal membedah katak yang ada ia membedahku, Fany pingsan aku pun jadi ikut pingsan" ujarku mengingat masa-masa sekolah dasarnya.

Wookie's POV End

***

Tiffany's POV

    Aku terkejut dan dengan sigap bangun dari tidurku. Aku celingukan "Fany ya! eottokhae jinaseyo?" tanya Wookie membuatku menoleh ke arahnya "mana oppadeul?" tanyaku kembali teringat mereka "mereka tidak boleh menemui Sungmin, apa mereka benar-benar pergi?" tanyaku mencemaskan Sungmin lagi "kau jangan khawatir, kau bahkan sudah melakukan perbuatan yang hebat dengan melawan rasa takutmu terhadap pisau/pedang. Mereka terlalu sibuk mencemaskanmu, bagaimana mungkin mereka bisa menghabisi Sungmin sementara pikiran mereka mencemaskanmu?" ujar Wookie oppa membuatku sedikit lebih tenang "Fany ya! Aku benar-benar tak mengerti, kau melakukan semua ini untuk Sungmin? Kau kan baru saja kenal dengannya?" tambah Wookie berdiri di depan jendela "sebenarnya, sebelum kau melarikan diri dari rumah aku sudah bertemu dengan Sungmin" ujarku menoleh ke arah jendela, ternyata di luar hujan "mworago?" tanya Wookie mengernyitkan dahinya dan kuanggukan "nde, hari itu cuaca sedang hujan deras. Sejak saat itu aku terus memikirkan apa yang tengah ia lakukan saat itu? Apa ia sakit setelah kehujanan waktu itu? Apa dia masih hidup? Siapa namanya? Bagaimana aku bisa mengembalikan payungnya" paparku mengingat kejadian dimana pertama kali aku bertemu dengan Sungmin.
 

    Mengingat setelah itu aku jadi rajin menantinya di halte "untuk beberapa kali aku menantinya di tempat yang sama tetapi ia tak pernah muncul" tambahku kemudian terdiam "tampaknya Sungmin tidak mengingatku tetapi aku tetap mengingatnya" lanjutku melempar senyum ke arah Wookppa "dan sejujurnya saat pertama kali aku melihatnya aku hanya berharap ia melihatku juga" ujarku ingat saat bersama di bus dengan Sungmin sebelum kami saling mengenal "ah andwe! Jadi benar apa yang kupikirkan? Kau jatuh cinta pada Sungmin? benarkan?" tunjuk Wookppa membuatku tersipu dengan ucapannya, aku tak berani menatap Wookppa mungkin saat ini wajahku memerah seperti tomat busuk. Aku hanya menundukkan kepalaku saat Wookppa memerhatikanku dengan ekspresi yang sulit kupahami sesekali aku mencuri pandang ke arahnya.

Tiffany's POV End

*** 

Narasi

   "Fany sudah dua hari belum mau makan" sahut Yesung nampak jelas mengkhawatirkan Fany "semalam aku mendengarnya bersenandung" sergah Siwon sepertinya tak sependapat dengan Yesung "Fany bukannya sedih tapi hanya tak mau makan" ujar Heechul memberikan kebenaran kepada Yesung dan Siwon "sepertinya fany benar-benar jatuh cinta pada Sungmin, yaks! ini semakin kacau. Apa yang harus kita lakukan?" pekik Leeteuk batang hidungnya dan yang lainnya pun ikut mencemaskan Fany "sepertinya ini kisah cinta pertama Fany" ujar Wookie bukan memberi pencerahan "cinta pertama? mwoya?" tanya Heechul terkejut "namja-namja sebelumnya seperti lalat jika dipukul mereka akan segera pergi tapi Sungmin, dia berbeda. Dia adalah tipe ideal cinta pertama Fany, cinta pertama itu sulit dilupakan" sahut Siwon antusias "meski kita bunuh Sungmin sekarang pun tak akan ada gunanya" sambung Yesung mulai terlihat kesal "Eteuk hyung aku benar-benar mencemaskan Fany saat ini, menilai dari kepribadiannya disaat tekadnya sudah bulat tak akan ada satu orang pun yang mampu mengubah keputusannya" ujar Siwon semakin menambah kecemasan diantara mereka "ah geureyo, jadi kita harus memikirkan sebuah ide. Sesuatu yang tak akan menyakiti perasaan fany tetapi bisa membuat Sungmin mundur! Kajja yeorobun berpikirlah!" seru Leeteuk hyung sangat antusias dan menyuruh yang lainnya memikirkan ide cemerlang.
 
   "Heechul ya! Apa kau sudah dapat ide?" tanya Leeteuk digelengkan oleh Heechul "Yesungie, Siwon ya apa kalian punya ide?" Heechul pun mendapat gelengan yang sama dari keduanya "aku tak bisa berpikir apapun" sahut Yesung "kalau begitu jangan berpikir! biarkan Fany dan Sungmin" celetuk Wookie mendapat tatapan sinis dari keempatnya, Wookie pun menciut ketakutan "ah lupakan! Anggap aku tak bicara apapun!" sahut Wookie menunduk ketakutan.




   Keesokkan harinya, Yesung dan Siwon sudah duduk di depan pintu menunggu Tiffany berangkat ke kampus. Fany membuka pintu dan terkejut melihat kedua kakaknya duduk di depan pintu, dibelakang Fany Wookie sudah mengikuti langkahnya. Fany sudah lebih dulu keluar sementara langkah Wookie dihentikan oleh Yesung dan Siwon, mereka menarik kerah baju Wookie "Hey! Wookie ya! Jaga Tiffany baik-baik! Jangan beri kesempatan ia bicara dengan Sungmin dan jangan biarkan mereka berada dalam satu bus!" seru Yesung tegas sementara Siwon menahan tubuh Wookie dengan memegani bagian bahu dan dadanya "lalu jika bus datang aku harus apa?" tanya Wookie sementara Fany baru menyadari Wookie tak ada di belakangnya "pabo! kau kan bisa alasan perutmu sakit dan menunggu bus selanjutnya! Paboya, kau benar-benar tak berguna" sahut Yesung menoyor kepala Wookie "oppadeul? apa yang kalian lakukan?" tanya Fany yang kembali berbalik ke rumahnya "ah aniya! Kami hanya menyuruh Wookie ya untuk membeli beberapa sayuran setelah pulang kuliah, benarkan Wookie ya?" sahut Siwon sembari memijat bahu Wookie "ne benar" sahut Wookie tersenyum bohong "kajja kita pergi!" seru Fany yang menatap ketiganya dengan penuh curiga "ppali! pergilah!" sahut Siwon seraya mendorong tubuh mungil Wookie kemudian melambaikan tangannya "hati-hati!" seru Yesung melambaikan tangannya "kajja!" seru Fany menggandeng tangan Wookie.

   Fany dan Wookie menaiki anak tangga satu per satu menuju halte "Fany ya! Fany ya!!" seru Wookie nampaknya tak dihiraukan "Fany ya!! Apa yang kau pikirkan? eoh?" Wookie menatap wajah Fany "Wookie ya! Aku ingin tanya padamu" sahut Fany dianggukkan Wookie yang sedang memegangi bola basketnya "jika kau berada dalam suatu kompetisi dan kau dilemparkan oleh seorang yeoja" sahut Fany mempraktikan seperti sedang melempar sesuatu "aww" pekik Wookie menabrak sebuah tiang, Fany pun kembali menggandengnya "apa kau mau membenci yeoja itu?" lanjut Fany "yaks! kau mulai lagi" pekik Wookie hendak pergi "ah changkaman! apa kau mau?" Fany menahan tangan Wookie "mungkin sedikit, aku pikir mungkin saja yeoja itu memang menakutkan" jawab Wookie membuat Fany kecewa "yaks! Kenapa kau bicara begitu? Aku kan tidak menakutkan" pekik Fany kesal "kau kan bertanyanya padaku" sahut Wookie masih belum bisa membuat senyum di wajah Fany kembali.
 


   Tiba-tiba Sungmin muncul dari kejauhan seperti biasa menggunakan headphone putihnya, Wookie terkejut melihat Sungmin. Ia pun melambaikan tangannya ke arah Sungmin dan membuat Fany menoleh ke arah yang sama namun Sungmin yang sudah melihat kedua orang tersebut justru melewatinya dengan acuh begitu saja dan berdiri di pojok jauh dari Wookie dan Fany "ppali tanyakan pada Sungmin!" suruh Wookie membuat Fany yang tertunduk malu kemudian menggelengkan kepalanya "dia di sana, hanya sekedar bertanya padanya!" sahut Wookie menyenggol tubuh Fany dan Fany masih menggelengkan kepalanya "Aku merasa canggung padanya oppa!" sahut Fany melihat Sungmin melambaikan tangannya ke arah bus datang "busnya datang, kajja kita naik!" seru Wookie kemudian masuk ke dalam bus bersama penumpang yang lain. Tiffany melihat Sungmin berdiri di depan sementara ia dan Wookie di belakang, tak sengaja mereka bertiga pun saling bertatapan namun tanpa makna Sungmin kembali menoleh ke jendela "jangan berpikir macam-macam! Mungkin saja ia hanya butuh kacamata makanya ia tidak memerhatikanmu" sahut Wookie berusaha menghibur Fany "jheongmal?" tanya Fany tatapannya masih fokus ke arah Sungmin dan Wookie pun menganggukkan kepalanya. Fany kembali menundukkan kepalanya.

Narasi End

***

Tiffany's POV

   Seusai kuliah aku segera ke taman bersama Wookie dan Hyoyeon, kurebahkan tubuhku di atas rumput hijau di taman sembari kutatap langit cerah hari ini "Sungmin ya! Apa kau membenciku?" tanyaku sembari menatap langit. Aku pun berganti posisi menjadi duduk sembari menopang dagu "Fany ya! Apa yang kau lakukan eoh?" tanya Hyoyeon yang duduk di bangku taman di sampingku "naega gwenchana" sahutku, kulihat Wookie oppa berlari ke arahku seusai bermain basket "kau kira kau nampak baik-baik saja?" tanya Hyoyeon memerhatikan ekspresiku, Wookie pun duduk di antara mereka "dari yang kulihat sepertinya ini tentang Sungmin, benarkan?" tanya Hyoyeon lagi "melihat situasi sekarang aku tidak berpikir itu mungkin untuk maju ke langkah berikutnya bahkan mungkin hanya untuk sekali saja" sahut Wookie menggelengkan kepalanya "jheongmalyo?" tanyaku menatapnya kecewa "ne jheongmal (Ya benar)" sahut Hyoyeon menganggukkan kepalanya "dan kalian tidak berada dalam sekolah yang sama, waktu interaksimu juga hanya sedikit, ini sungguh sulit untuk maju" sahut Hyoyeon memberi masukan "lalu kalau kami berada dalam sekolah yang sama apa ini akan lebih baik?" tanyaku membuat Wookie terkejut.


   Kulihat Hyoyeon mendekat ke arahku "jika kau menjadi teman sekelasnya kemudian kau punya kesempatan untuk kembali menjadi temannya lalu perlahan ia mulai tumbuh perasaannya padamu, meskipun ini bukan cinta pada pandangan pertama tetapi ini bisa menjadi cinta yang tumbuh seiring berjalannya waktu" sahut Hyoyeon membuatku tersenyum dan kami mengganggukkan kepala kami bersamaan dengan posisi menopang dagu. Aku mengalihkan pandanganku kembali ke langit biru sembari tersenyum mengkhayal.

  Selang beberapa waktu, aku sudah berada di ruang latihan Sungmin. Aku sembunyi-sembunyi tak sengaja melihat Sungmin sedang dmarahi songsaenimnya di depan timnya "kau tidak fokus saat latihan, kompetisi terus membayangi" sahut songsaenim pada Sungmin "kau bisa minum ini!" kulihat Mei An menyodorkan sekaleng softdrink "kau tetap minum? ini salahmu!" sahut leader lalu pergi bersama songsaenim dan yang lainnya "kajja latihan denganku!" sahut leader mengajak Mei An yang masih menunduk memberikan minuman pada Sungmin "gomawo" sahut Sungmin. Setelah kulihat Sungmin sendiri, aku segera keluar dari persembunyian dan menghampiri Sungmin yang tengah duduk membersihkan keringatnya "Sungmin ya!" seruku sontak membuatnya terkejut dan berdiri menatapku "kenapa kau ada di sini?" tanya Sungmin enggan menatapku :( "eeuummm... apa kau baik-baik saja? Kompetisi judo kemarin.." ucapku belum usai namun Sungmin memotongnya seraya berjalan ke arahku "aku bukan orang baik yang bisa menerima kekalahan, tak perlu khawatirkan aku justru sebaliknya aku sengaja menciummu tempo hari" sahutnya membuatku tersentak "itu salahku, mianhae" sergahku malu menatapnya lama-lama "jangan berpikir macam-macam!" sahut Sungmin kugelengkan "aniya" jawabku kemudian kami saling terdiam.


   "Jadi kau menemuiku karena.... insiden itu?" tanyanya kuanggukkan "ani, ini karena... aku takut" sahutku "takut? takut apa?" tanyanya mengernyitkan dahi "saat kau kalah dariku aku takut oppaku akan menggunakan ini sebagai alasan untuk membuat masalah denganmu" ujarku menatapnya sesekali, entah kenapa aku masih malu menatapnya "karena aku kalah darimu?" sahutny "mwo?" tanyaku "kau jadi berpikir berlebihan, kau pikir aku akan peduli akan beberapa hal?" sahutnya "aniya, ini salah paham. Itu bukan yang ku maksud" tukasku belum usai "yeoja itu datang lagi menemui Sungmin" sahut seseorang membuat Mei An yang menyukai Sungmin keluar dari ruang latihan "apa kalian berpacaran?" tanya Mei An menatap kami "jangan bicara sembarangan!" seru Sungmin "jangan bicara lagi dengannya!" seru Mei An "apa yang sedang kalian bicarakan?" tiba-tiba sang leader keluar "Tiffany Hwang ya?" ia melihatku "Sungmin ya? Apa kalian benar berpacaran?" tanya leader gendut itu "yaks! jangan bicara sembarangan!" pekik Sungmin "kompetisi dua hari yang lalu kau kalah darinya dengan sengaja? eoh?" sindirnya sembari menyilangkan kedua tangannya di atas dada "aniya! tentu saja tidak" bela Sungmin "sudahlah! Yang lain latihan kembali!" leader itu segera masuk bersama yang lain.

   "Kau harus pergi duluan! dari sekarang, jaebal jangan menemuiku lagi!" sahut Sungmin lalu membungkuk pergi, mworago? apa aku tak salah dengar? ucapannya begitu menyakitkan hatiku. Kutatap hingga punggungnya tak nampak lagi dari balik pintu.

The End





Kyaaaaaaa... Fany patah hati... eotthae?????? Kok Sungmin tega banget ya??? apa dia ga suka sama Fany????? Gimana ya kelanjutan hubungan mereka????? Penasaran kan???? tunggu next chapternya nde... Gomawo yeorobun Chagi.....*bow


Buat yang belum baca Chapter sebelumnya bisa cek langsung Link dibawah ini!!!
Link Chapter Sebelumnya Via KB Blog :
  1. When Tiffany Fallin' Love Chapter 1
  2. When Tiffany Fallin' Love Chapter 2
  3. When Tiffany Fallin' Love Chapter 3 
  4. When Tiffany Fallin Love Chapter 4
Link Sebelumnya Via Facebook :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan Jejak Disini Chingudeul!!