7 September 2013

Secret Admirer Chapter 2 (Short story)



Title : Secret Admirer Chapter 2 (Short story)
Author : Han Ha Rin / Vitha Charming
Rating : Teenager (T) / Remaja (R)
Genre : Romance

Maint Cast :

1. Yesung As Kim Jong Woon
2. Seohyun As Kim Seohyun
3. Kyuhyun As Cho Kyuhyun


Additional Cast :

1. Donghae As Lee Donghae
2. Eunhyuk As Lee Hyuk Jae
3. Sooyoung As Choi Sooyoung
4. Sooman As Dosen/Songsaenim

Original Characters (OC) by : VitHa Charming
Short Story : 3 Chapter

***
     Annyeong hasimnika yeorobun... eottokhae jinaseyo chagiya???? Min Gaje balik lagi nih bareng cast2 kita yang kece badai..... Masuk ke chapter 2 bakal lebih seru lho ceritanya, sebab Seohyun mulai dekat dengan Jong Woon but persaingan mendapatkan Seohyun pun akan segera dimulai,,, kira-kira menurut yeorobun siapa nde yang akan menang dalam bersaing memperbutkan hati sang putri?? *cie elah bahasanya... hahaha,.. ah yesungmin daripada makin gaje lebih baek kita langsung baca ceritanya yukkkk!!!! Jangan Lupa RCL (Read Comment n Like)nya nde chingu-ya???? Gamsahamnida yeorobun ^_^

***

Recap Chapter 1

   "Syukurlah jika dia baik-baik saja" bisikku lega "yaks! Kau itu keterlaluan, kajja kita pulang!" seru Hyuk menarik tanganku "pulang?" tanyaku heran "nde, kita pulang. Mau apa kita disini? Aku tak mau terjadi sesuatu yang lebih parah dari ini, kajja!!" serunya kutahan "aku tak ingin pulang" sergahku membuatnya menoleh ke arahku dengan ketus "wae? apa kau masih ingin memerhatikan yeoja itu?" sahutnya menatapku tajam "aniya, aku hanya tak nyaman berbaring sepanjang hari. Lebih baik aku di sini, banyak pemandangan yang bisa membuat otakku sedikit lebih segar. Jika kau mau pulang, kau pulang saja duluan. Aku bisa pulang sendiri, Jhosimhae hyung" sahutku tersenyum simpul "ani! Aku tak akan pulang tanpamu, aku akan temani kemanapun kau ingin pergi. Arachie?" sahutnya kuanggukkan "ya sudah kajja kita keluar dari sini! Aku sudah tak tahan dengan bau ruangan disini" serunya kembali menarik tanganku "ne hyung" sahutku kemudian mengikuti langkahnya dari belakang. Tiba-tiba Hyukie menahan langkahnya membuat aku tak sengaja menabrak tubuhnya "waeyo hyung?" tanyaku mengangkat wajahku yang tertunduk "Seohyun-ssie???" sahut hyung membuatku terkejut, kutatap ke depan dan ternyata benar, ada Seohyun-ssie bersama temannya hendak berpapasan dengan kami di depan pintu. Ini benar kah? atau hanya khayalanku??? Mau apa dia kesini???? rasa terkejutku masih membuat jantungku berdebar semakin kencang.....


Recap Chapter 1 End
***

Chapter 2

Kim Jong Woon's POV

   "Ah Seohyun-ssiee?? Sooyoung-ssie? Kalian mengejutkan kami saja" sahut Hyukie tersenyum memaksa "ah mianhae Hyuk Jae-ssie" sahut Sooyoung kemudian keduanya membungkukkan badan. Seohyun menoleh ke arahku, ia menatapku tanpa kutahu makna di matanya. Ia terus memandangiku hingga aku tersipu dan merundukkan kepalaku "Kim Jong Woon-ssie??? Gamsahamnida" sahutnya kuanggukkan "nde, cheonmaneyo Kim Seohyun-ssie" balasku masih malu menatapnya. Hyukie menyenggol tubuhku dan menyuruhku untuk menatapnya namun aku benar-benar tak bisa mengatasi rasa maluku, ah eotthae?. "Jong Woon-ssie! Gwenchanayo?" tanya Seohyun kuanggukkan "ah syukurlah, kami sangat mencemaskanmu. Apa kalian berdua ada acara?" sahut Sooyoung kulihat tersenyum tulus ke arah kami "eum.. aniya, sebenarnya kita mau pulang. Waeyo Sooyoung-ssie?" sahut Hyukie masih menggandeng tangan "ah begitu? Kami ingin mengajak kalian makan siang, anggap saja ini tanda terima kasih Seohyun pada Jong Woon-ssie yang sudah menyelamatkannya tadi. Eotthae?" sahut Sooyoung "ah geureyo, kebetulan kami belum makan. Benarkan Jong Woon-ah?" yaks kenapa dia menerima tawaran Sooyoung tanpa mendengar pendapatku dahulu, menyebalkan "nde" jawabku terpaksa, Hyukie kembali menyenggol tubuhku dengan senyum sumringahnya. Apanya maunya? Kenapa ia bertingkah seperti itu? yaks!.

Kim Jong Woon's POV End

 ***

Kim Seohyun's POV

   Nampaknya namja itu benar-benar pemalu. Tampangnya sih lumayan tampan, ah ani bukan tampan tapi kyeopta.. Kenapa aku tak pernah menyadari ada namja kyeopta dan manis seperti dia di kelasku? Sooyoung bilang dia teman sekelas kami? Aish, bagaimana aku ini? Kenapa aku tak pernah memerhatikan siswa-siswi di kelasku sendiri? Kukira namja di kelasku tak ada yang enak dilihat ternyata ada juga yang sedap dipandang. Kulihat ia terus bergandengan dengan Lee Hyuk Jae dengan wajahnya yang tertunduk sejak tadi ah baru kali ini ada namja yang tak memerhatikan wajah yeoppeoku. "Youngi-ya! Kenapa ia nampak pemalu sekali? Apa dia memang seperti itu?" bisikku sembari terus melangkah memerhatikan sosok namja di sampingku sesekali "nde, kudengar begitu! Hyuk Jae pernah bercerita padaku bahwa sepupunya itu memang pemalu dan sulit bergaul padahal banyak yeoja yang menyukainya lho" jawab Sooyoung kuanggukkan "jadi mereka bersaudara?" tanyaku kembali berbisik "nde, Hyuk Jae-ssie adalah hyungnya" bisiknya tersenyum "ah ne ara" sahutku singkat seraya tersenyum simpul.

-SKIP-

   Kami sudah berada di salah satu cafe yang jaraknya tak jauh dari Universitas kami, sebelum memulai makan kami melihat-melihat buku menu terlebih dahulu "ah aku bulgogi dan jhapchae nde" sahut namja bernama Lee Hyuk Jae tersebut menatap ke arahku dan Sooyoung bergantian "nado jhapchae, bulgogi dan kimchi, Seohyun-ah kau mau apa?" sahut Sooyoung "nado" balasku kini kami bertiga menatap ke arah namja misterius itu "mwo?" tanyanya seraya membenarkan kacamata putihnya "yaks! Kau malah bertanya apa? Kau mau pesan apa? Kami semua sudah menentukan pilihan kami, tinggal kau yang belum menyebutkan pesananmu. Ppali sebutkan!" sahut Hyuk Jae memekik "na? aku sama denganmu saja" sahutnya menoleh ke arah Hyuk Jae "yaks! kau melamun nde? kau itu tidak suka jhapchae bagaimana bisa kau memesan makanan yang sama denganku? eoh?" pekik Hyuk Jae membuatnya nampak kebingungan "ya sudah kau mau tidak pesan bulgogi dan kimchi sama sepertiku? eoh?" tanyaku memulas senyuman ke arahnya "ah nde, gomapda" sahutnya menundukkan kepala "cheonma" sahutku kembali tersenyum. Aku pun segera memanggil salah satu pelayan untuk membuatkan pesanan kami.


   Tak lama kemudian, kami mulai menyantap semua hidangan yang ada di atas meja. Ah sudah lama sekali aku tak makan bersama seperti ini, rasanya sungguh nikmat "jheongmal mashita nde?(sangat enak ya?)" sahutku setelah menyuapkan seiris bulgogi ke mulutku "nde neomu mashita, apa lagi aku memang sangat lapar. Hahaha...." sahut Hyuk Jae terbahak "nado" balas Sooyoung menatap Hyuk Jae sementara kulihat namja yang ada di depanku hanya tersenyum sipu. Aish dia manusia atau patung? Kenapa begitu kaku?. "Apa kau suka makanannya Kim Jong Woon-ssie? Dari tadi kuperhatikan, makanmu nampak kurang berselera?" tanyaku berusaha mencari tahu siapa namja itu "ah ne, mashita" jawabnya malu "jheongmal?" aku menyipitkan kedua mataku "ne" sahutnya kembali tersipu. Yaks! Namja ini berbeda sekali dengan namja yang ada di sampingnya. Kenapa Hyuk Jae-ssie bisa bertahan dengan sepupu seperti ini? sangat membosankan.

Kim Seohyun's POV End
***

Kim Jong Woon's POV


   Perasaanku benar-benar bercampur aduk, jantungku tak henti-hentinya berdebar kencang. Seohyun selalu menatap ke arahku, apa aku nampak aneh di matanya?. Ini pengalaman pertamaku bisa berada sedekat ini dengannya, selama beberapa tahun ini aku hanya bisa memerhatikannya dari kejauhan. Aigho, apa hubunganku dengan dia selanjutnya nde? "makanan di sini benar-benar enak, ahhh kenyangnya perutku.." sahut Hyukie mengelus perutnya yang kekenyangan "Seohyun-ssie kau pandai sekali memilih restoran yang enak makanannya" pujinya membuat yeoja idamanku tersipu "benarkan Jong Woon-ah? Kau sependapat denganku bukan?" Hyukie menyenggol kembali tanganku "nde, gomawo atas jamuannya siang ini Kim Seohyun-ssie" sahutku berusaha tersenyum ke arahnya "ah berhentilah berterima kasih! Seharusnya aku yang berterima kasih, hidangan ini belum seberapa dibandingkan rasa sakit yang kau alami tadi hanya karena melindungiku" ujarnya tersenyum manis "ne" sahutku singkat "ah lain kali kita makan bersama lagi ne? Mau tidak?" tanya Sooyoung menatap kami bergantian "tentu saja aku mau, kau juga kan Jong Woon-ah?" sahut Hyukie benar-benar membuatku geram. Aku hanya tersenyum tanpa menjawab sepatah katapun "aku juga mau, makan bersama seperti ini sungguh terasa nikmat dibandingkan makan seorang diri" sahut Seohyun dengan senyuman khasnya.


   "Gomawo atas traktiranmu hari ini nde Seohyun-ssie" sahut Hyuk Jae membungkukkan tubuhnya seraya tersenyum, aku pun seakan tak mau kalah dengannya, aku ikut membungkukkan tubuhku "nde cheonmaneyo, apa kalian tidak mau pulang bersama kami?" tanya Seohyun menatap kami "ah aniya, kami sudah membawa kendaraan sendiri. Ditraktir oleh yeoja yeoppeo seperti kalian saja itu sudah cukup bagi kami, jadi tak perlu repot mengantar kami pulang. Jhosimhae ne Seohyun-ssie hago Sooyoung-ssie! (Hati-hati di jalan ya Seohyun-ssie dan Sooyoung-ssie!)" sahut Hyuk Jae "ah geureyo, jhosimhae Hyuk-Jae hago Jong Woon-ssie! Annyeong" sahut Sooyoung kemudian kedua yeoja itu tersenyum "ne annyeong" balasku dan Hyuk Jae kemudian melambaikan tangan kami.

-SKIP-


   Sesampainya di rumah, aku segera membanting tubuh penatku di atas tempat tidurku yang empuk, sementara Hyukie mengganti pakaiannya "yaks! Hyukie-ya? Apa yang kau lakukan tadi eoh? Kau membuatku malu" pekikku sembari menopang kepalaku dengan tanganku dengan posisi miring menatapnya (susah thor jelasinnya..hehe) "memang kau malu kenapa? bukankah ini awal yang bagus?" sahutnya menggantungkan baju putihnya di atas hanger "awal yang bagus? mwosun suriya?(apa maksudmu?)" tanyaku belum mengerti maksud ucapannya "yaks! Kau itu polos atau pabo?" pekiknya hanya membuatku mengernyitkan kedua alisku "dengar! Kini kau punya kesempatan untuk mendekatinya, kau sudah diberi peluang untuk mendapatkannya jadi manfaatkan peluang ini dengan sebaik mungkin jangan kau sia-siakan! Arachie?" sahutnya kini duduk di sampingku seraya menatapku dekat sekali "apa aku bisa? kau kan tahu, seumur hidupku baru kali ini aku dekat dengan seorang yeoja. Jadi aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, aku memang pabo" gumamku kembali merebahkan tubuhku "tentu saja kau harus bisa, kau tenang saja! Kan ada aku yang sudah pakar menghadapi yeoja, jadi jika ada yang tidak kau mengerti kau bisa tanyakan langsung padaku! nde??? Hwaiting!!!" sahutnya mengepalkan tangannya "apa benar aku bisa? jangankan berkomunikasi, menatapnya saja aku sudah gugup bagaimana bisa pendekatan? kenapa aku harus menyelamatkannya tadi? Bukankah aku hanya ingin menikmati keindahannya dari kejauhan seorang diri? Jika begini, suatu saat nanti Seohyun pasti akan mengetahui perasaanku padanya yang sebenarnya? ah eotthaeyo?" bathinku pusing memikirkan hal ini, cinta memang membuatku pusing "yaks! Kenapa kau diam? kau sedang melamun yadong dengan Seohyun-ssie nde?" sentak Hyukie membuyarkan lamunanku "yaks! Kau itu, suka sekali menuduhku yang bukan-bukan! Sudahlah kau pulang saja, rumahmu bukan disini! Aku ingin tidur, aku sudah lelah seharian bersama manusia sepertimu" pekikku geram sembari duduk menatapnya sinis "nde, aku pulang! Aku juga sudah bosan bersama manusia sepertimu seharian ini. Annyeong! Jhaljayo" balasnya kemudian beranjak keluar seraya menarik pakaiannya yang tergantung dibalik pintu "ne annyeong" balasku teriak kemudian kembali merebahkan tubuhku.

Kim Jong Woon's POV End
***
Kim Seohyun's POV
   Sesampainya di rumah, aku segera membersihkan tubuhku. Menyenangkan juga rasanya bisa makan bersama teman baru, kebahagiaan yang sudah lama tak kudapatkan sejak kedua orang tuaku bercerai hari ini bisa kudapatkan kembali dengan kawan baruku. Jika saja aku bisa makan bersama mereka setiap hari pasti saat-saat makanku jadi terasa semakin menyenangkan tidak seperti selama ini yang selalu terasa membosankan karena hanya makan bersama appa. Seusai mandi, aku segera mengeringkan rambut panjangku dengan handuk sembari mendengarkan musik dari Music Playerku dengan suara keras.


"Oh day by day day by day naema eumdoNi mamcheoreom sarangeuro chaewo neoheul geCream cheoreom pogeun hage seoro wihae barabwayoHangsang joheun ilman saenggak haeyo"

    Suara ponselku mengejutkanku yang sedang asik menikmati setiap alunan musik yang mengalir dari Music Playerku, ku tengok ponselku sejenak "Kyuhyun oppa?" sahutku melihat nama yang terpamapng di LCD ponselku "yoboseyo chagi-ya, ada apa?" sapaku masih sembari menggosokkan rambutku dengan handuk kecilku yang berwarna merah muda "kau sedang apa? sibuk kah?" tanyanya kugelengkan "aniya oppa, aku baru saja selesai mandi. Wae chagi-ya?" sahutku hangat "aku ingin mengajakmu keluar malam ini, apa kau punya waktu untukku?" sahutnya lagi "tentu saja, kau mau ajak ku kemana?"jawabku kembali bertanya "ah ani, aku hanya ingin mengajakmu makan malam lalu keluar sejenak. Jika kau bersedia, nanti kau kujemput tepat pukul 08.00 malam! Okay chagi-ya?"sahutnya kuiiyakan.

Kim Seohyun's POV End
***
 Cho Kyuhyun's POV
     Dengannya cukup makan malam sudah membuatnya bahagia, sementara menghabiskan waktu sore ini lebih baik aku bersama dengan Jang Na Ri yeojaku yang lain, memang Seohyun masih lebih cantik dari pada Na Ri tapi Na Ri asyik sekali untuk kumainkan "Na Ri-ya! Apa kau suka dengan Donghae?" tanyaku saat melihat Na Ri sedang asyik menatap sahabatku Donghae dari kejauhan "aniya oppa, mana mungkin aku menyukai sahabatmu? Aku kan hanya menyukaimu seorang" sahutnya bisa kulihat jelas berbohong "yeoja pabo" bathinku menatapnya "lalu kenapa kau sedari tadi memerhatikan Donghae?" sindirku "aahhh oppa, kau cemburu ne????" sahutnya menggelayuti tubuhku "jelas saja aku cemburu, kau sedang bersamaku tapi matamu mengharapkan orang lain" jawabku sama liciknya "yaks!! Oppa mianhae, aku hanya sedang mengagumi keahlian Donghae-ssie yang pandai memainkan piano di atas panggung sana, apa aku salah?" ujarnya menyandarkan kepalanya di atas dadaku seraya tangannya menggerayangi wajahku "jheongmal?" tanyaku menatap ke depan "nde oppa" sahutnya tersenyum "joahyo!" sahutku membalas senyuman palsunya.


     Tak berselang waktu lama, kulihat Lee Donghae sahabatku turun dari atas panggung cafe dan berjalan menghampiriku dan Na Ri "Kyuhyun-ah, kau sudah lama di sini?" tanya Donghae seraya mengambil sebotol soju di mejaku "lumayan, sebentar lagi juga aku pergi. Bagaimana penghasilanmu selama bekerja di sini? kau sudah bertemu dengan produser rekaman belum?" tanyaku masih merangkul tubuh seksi Na Ri "kenapa terburu-buru? ini kan baru pukul 6.30 malam, santailah lebih lama di sini bersama yeoja barumu itu" sahutnya menatap Na Ri dengan senyuman nakalnya "aku masih ada urusan lain, maklum aku kan orang sibuk" ejekku tersenyum licik "yaks! Sok sibuk kau, omong-omong pekerjaanku aku sudah bertemu dengan salah satu produser rekaman di Seoul. Dia menawarkan kerja sama padaku tapi aku baru akan siap rekaman bulan depan nanti" ujarnya kemudian meneguk segelas soju "ah chukhaeyo Donghae-ya! Jika kau sudah jadi penyanyi terkenal, kau tidak boleh lupa padaku! Awas saja jika kau melupakanku? akan kubuang kau ke laut.. hehehe" ejekku tersenyum evil "hahahaha.... tentu saja aku tidak akan melupakanmu! Jika aku melupakanmu, pukul lah aku! Mungkin saja aku terkena amnesia akibat terlalu terkenal.. hahahaa" ucapnya membuat aku dan Na Ri ikut tertawa "nde, kupegang ucapanmu itu" sahutku kemudian meneguk soju bersama.

Cho Kyuhyun's POV End
***
Kim Seohyun's POV
   Aku sudah siap berangkat dengannya, kutunggu Mr. Cho di depan rumahku. Berkali-kali kulihat jam ditanganku dan tak berselang lama aku melihat mobil Mr. Cho hampir sampai di depan rumahku. Mobil itu berhenti tepat di depan pekarangan rumahku, pengemudinya pun keluar dari dalam mobil mewah tersebut "kau sudah lama menunggu?" tanyanya berdiri berhadapan denganku "selama apapun menunggumu, tak jadi masalah untukku oppa, kajja kita berangkat sekarang!" sahutku tersenyum manis "ne, kajja!" ia menarik tanganku kemudian membukakan pintu untukku, ah berasa menjadi seorang putri malam ini. Mr. Cho memang sangat romantis, ia pandai sekali mengambil hatiku.
 -SKIP-

   Aku dan Kyuhyun oppa sudah berada di sebuah restoran romantis di kota Seoul, begitu masuk suasana romantis langsung terasa. Mulai dari set lampu yang sedikit pencahayaannya, hingga hiasan lilin di setiap meja serta harum bunga mawar yang semerbak tercium dari setiap sudut ruangan, aigho dia memang pandai memilih tempat. Ia tahu betul bagaimana cara memperlakukan seorang yeoja. Kyuhyun oppa memesankan makanan sementara aku masih terkesima melihat suasana di restoran mewah ini "eotthokhae? kau suka?" tanyanya seusai memesan makanan "ne oppa, kau tahu dari mana tempat seindah ini?" tanyaku menatanya sumringah "ada deh, kau mau tahu saja!!" ejeknya mencibir "oppaaa" manjaku. Beberapa menit kemudian, hidangan nan lezatpun melengkapi kebahagiaanku malam ini. Ah indahnya bisa makan malam romantis dengan namja yang kucintai.


   Kusuap satu per satu hidangan yang tersedia, sesekali kuperhatikan wajah tampannya yang sedang asyik menikmati setiap potongan makan malamnya "mashita oppa?" tanyaku tersenyum kembali "nde, neomu mashita. Kau suka makanannya?" tanyanya kuanggukkan "jika kau suka, habiskan semuanya ne!! Aku senang sekali melihat yeoja yang selera makannya besar, nampak sangat menggemaskan" sahutnya membuatku antusias untuk melahap semua makanan di meja "oppa! Kau tahu sekali aku hobi makan, aku jadi malu?" aku tersipu mendengarnya sementara ia justru terkekeh "semua orang juga tahu selera makanmu besar, lihat pipimu!" sahutnya mengembungkan pipinya membuatku tertawa sipu "aaahh oppa, kau bisa saja" sahutnya manja membuatnya tersenyum puas.

   Setelah menyantap hidangan makan malam, aku dan namjaku segera pergi ke taman untuk bersantai sembari bersenda gurau "ah sejuknya udara malam ini!!!!" sahutnya merebahkan tubuhnya di atas rumput taman "nde, tengok oppa!! Bintangnya banyak sekali, ah yeoppeo" balasku berbaring di sampingnya "nde, neomu yeoppeo" balasnya merangkul tubuhku. Kami menikmati pemandangan indah malam ini, damainya hatiku bersamanya "Chagi-ya, ada yang ingin kutanyakan padamu" sahutnya membuatku menoleh ke arahnya "ne oppa" sahutku tersenyum tanda siap menjawab "tadi siang, kulihat kau pergi dengan Sooyoung dan namja lain? Nuguya namja? apa kau ada hubungan dengan kedua namja itu?" tanyanya, apa yang ia maksud Hyuk Jae dan Jong Woon "aniya oppa, tadi pagi kepalaku hampir saja terkena bola basket tetapi salah satu namja itu berhasil melindungiku jadi sebagai balas budiku aku mentraktir namja itu dengan temannya juga. Kau jangan berpikiran yang macam-macam nde?" ujarku menatapnya "gojitmal (bohong) kulihat kau dan kedua namja itu nampak akrab di restoran, jika kau baru mengenalnya kenapa kau nampak sangat akrab seperti itu?" sergahnya "aish jinjja! Kau cemburu ne? Tenang chagi-ya, aku hanya berteman dengan mereka. Akrab bukan berarti ada hubungan yang spesial bukan?" sahutku membuatnya terdiam sejenak "geure, kali ini aku percaya padamu. Ingat! Lain kali kau jangan terlalu dekat dengan namja lain, arasseo?" tukasnya kuanggukkan "ne ara oppa" sahutku kemudian ia memeluk tubuhku dengan erat.

Kim Seohyun's POV End
***
Kim Jong Woon's POV
   Kembali ke kampus dengan sedikit rasa percaya diri hari ini, apa itu semua karena Seohyun? ah jinjja. Mobilku sudah terparkir di area parkiran kampus, hari ini aku tak bisa bersama Hyuk Jae karena hari ini aku harus berubah kembali menjadi vampire. Kali ini di jam pelajaran Sooman songsaenim aku tidak datang terlambat, aku dan Hyukie sudah berada di kelas sepuluh menit sebelum pelajaran dimulai "Jong Woon-ah! Kau yakin tak ingin kutemani nanti siang?" tanya Hyuk Jae duduk di mejaku "nde, eomma akan menemaniku jadi kau pulang saja!" sahutku masih fokus menatap beberapa tulisan dibuku tebalku "ah jinjja! Padahal aku ingin tahu perkembanganmu" pekiknya manyun "perkembangan apa?" tanyaku menutup buku tebalku "ya perkembangan kesehatanmu lah, yaks paboya!" tukasnya ketus "yaks! berhentilah menyebutku paboya, aku tak suka mendengarnya, arasseo!" pekikku kesal "ne" balasnya singkat "ah annyeong Sooyoung-ssie!" sapa Hyukie melihat Sooyoung melintas di depannya bersama Seohyunku "ah annyeong Hyuk Jae-ssie hago Jong Woon-ssie" balas Sooyoung tersenyum ke arahku dan Hyukie "changkamaneyo! Kau? jadi yang kemarin terlambat masuk kelas adalah kau Kim Jong Woon-ssie?" tanya Seohyun kuanggukkan, aigho ternyata ia memerhatikanku juga :) "ne Seohyun-ssie" jawabku tersipu malu "kenapa kau bisa terlambat? nampaknya kau bukan siswa nakal" ejeknya menyipitkan kedua matanya "aku terlambat karena Hyuk....." ucapku terpotong "ah ani, aniya! itu karena aku dan dia bermain PS hingga larut malam jadi dia kesiangan, nde begitu Seohyun-ssie" potong Hyukie menutup mulutku "aish jinjja! Jelas-jelas ia mengganggu jam tidurku hanya untuk mendengarkan curhatannya mengenai yeojanya" bathinku menatapnya sinis "ah begitu? ah dasar namja" sahut Seohyun kami balas senyuman. Obrolan kami terpotong karena Sooman songsaenim sudah datang.
-SKIP- 


   Seusai jam pelajaran, aku segera bergegas pergi dari kampus "changkaman! aku butuh beberapa buku untuk tugasku besok, sebaiknya aku ke perpustakaan dulu untuk meminjam beberapa buku" gumamku menghentikan langkahku sejenak "kau mau kemana?" tanya Hyukie "aku mau pinjam beberapa buku ke perpustakaan untuk materi besok, kau pulang saja duluan. Jhosimhae" sahutku setengah teriak sembari melambaikan tanganku kemudian berlari ke perpustakaan. Lima menit kemudian aku sudah berada di perpustakaan, aku pun segera menuju rak buku bagian sastra. "Seohyun-ssie!!" seruku terkejut melihat Seohyun yang hampir terjatuh karena mengambil buku yang berada di rak paling atas, dengan sigap aku berlari ke arahnya dan berusaha menahan tubuhnya agar tak terjatuh "aaahhh..."teriaknya sebelum terjatuh, yaps aku berhasil menahan tubuhnya. Kutatap kedua mata indahnya dari dekat, ada getaran yang mengalir keras dari kedua mata itu hingga membuat jantungku seperti tersengat listrik bertegangan tinggi "ah.." pekiknya berusaha berdiri, lamunanku pun terbuyarkan oleh rasa maluku. Kutundukkan kepalaku sementara ia berusaha merapihkan pakaiannya "gwe... gwenchana?" tanyaku berusaha menatapnya "ne, naega gwenchana. Gomawo kau sudah menyelamatkanku lagi" sahutnya nampak salah tingkah "ah ne cheonma" sahutku menggaruk kepalaku yang tak gatal "kau mau ambil buku yang mana? biar aku yang ambilkan!" sahutku berusaha menawarkan bantuan padanya "ah ne, yang itu! Yang bersampul merah" tunjuknya ke atas "ah ne, changkaman! biar kuambilkan" sahutku kemudian mengambil buku yang ia maksud dan ternyata buku yang kucari sama persis dengan yang ia butuhkan "gomawo, apa kau juga mencari bahan untuk pelajaran Sooman songsaenim besok?" tanyanya kuanggukkan "geureyo, bagaimana jika kita belajar bersama? Kudengar kau anak yang cerdas, IQmu diatas rata-rata. Jujur saja aku sama sekali tak mengerti pelajaran Sooman songsaenim, kau mau kan belajar bersamaku?" ujarnya apa aku tidak salah dengar "mwoya??? belajar bersama?" sahutku terkejut "ne, aku dan kau belajar bersama. Eotthae?" tegasnya menatapku begitu dekat, aku hanya bisa menelan ludahku "apa kau hari ini ada waktu?" tanyanya lagi "waktu? nde ada tapi mungkin malam, karena sekarang aku sudah ada janji dengan eomma" jawabku kembali tertunduk "gwenchana, nanti malam pukul 8 apa kau sudah ada waktu?" tanyanya menjauhkan wajahnya dariku "ne" jawabku "geureyo, nanti malam aku akan ke rumahmu untuk belajar bersamamu. Sampai jumpa nanti malam!" sahutnya "ke rumahku?" gumamku sementara kulihat Seohyun sudah melangkah keluar lebih dulu "yaks! Kenapa kau masih berdiri di sana? Bukankah kau sudah ditunggu eommamu?" teriak Seohyun membuatku kembali teringat eomma "nde" sahutku kemudian berlari mengejar langkahnya.


   "Aku pulang duluan ne Seohyun-ssie! Jhosimhae, annyeong!" sahutku begitu sampai di depan pintu perpustakaan "ne Jong Woon-ah! Annyeong, jhosimhae! Salam untuk eommamu" sahutnya tersenyum tulus "ne" kubungkukkan tubuhku kemudian berjalan menjauh darinya.
Kim Jong Woon's POV End

***

Kim Seohyun's POV
  Kulambaikan tanganku ke arahnya yang berlari memunggungiku "Seohyun-ah!!" seru seseorang dari belakang, membuatku seketika menoleh ke arahnya. Kulihat Kyuhyun berlari ke arahku "Oppa???? kenapa kau berlari?" tanyaku melihatnya berkeringat setelah berlari "kau??? kau sedang apa dengan namja culun itu? eoh?" tanyanya ketus "nugu?" tanyaku mengernyitkan dahi "yang tadi keluar bersamamu, Kim Jong Woon. Kenapa kau bisa bersamanya? Apa kau tidak ingat ucapanku semalam?" cetusnya nampak kesal "ah Kim Jong Woon, aniya oppa!! Aku tidak melakukan hal yang macam-macam dengannya. Kebetulan aku dan dia bertemu di sini, itu saja!" ucapku sedikit berbohong "mianhae oppa" bathinku "jheongmal?" ia menatapku penuh curiga "ne oppa! Tenang saja, aku tak akan macam-macam di belakangmu, percayalah padaku!" sahutku berusaha meyakinkannya "ne aku percaya padamu" sahutnya membuatku tersenyum "ya sudah, aku lapar nih chagi-ya, apa kau mau menemaniku makan siang?" ucapku berusaha mengalihkan pembicaraan "nado, kajja kita makan!" sahutnya membuatku kembali tersenyum dan kugandeng tangannya.
-SKIP-

   Malam ini, aku sudah ada janji dengan Jong Woon. Ia pasti sudah menungguku di rumahnya saat ini, dengan membawa beberapa buku dan beberapa bungkus camilan serta softdrink aku siap berangkat ke rumahnya. Berselang 25 menit dari rumahku akhirnya aku sampai juga di depan rumahnya, kupencet tombol bel beberapa kali hingga seseorang dari dalam sana menjawab "nuguya?" tanya seorang yeoja dari dalam "na Kim Jong Woon chingu-ya, Naneun Kim Seohyun imnida (Aku teman Kim Jong Woon, namaku Kim Seohyun)" jawabku ramah "ah ne! changkamaneyo!" sahut yeoja tersebut tak lama membukakan pintu untukku. "ah annyeong hasimnika ahjumma! Joneun Kim Seohyun imnida" sahutku begitu melihat seorang yeoja yeoppeo berpakaian dewasa "ah ne, na eommonieya Kim Jong Woon, bangapseumnida" balasnya tersenyum tulus "geuro kajja!" sahut ahjumma menyuruhku masuk "ne, gamsahamnida" sahutku mengikutinya dari belakang.


   "Kau sudah lama mengenal Jong Woon?" tanyanya menoleh ke arahku "aniya, aku baru saja mengenalnya. Tapi kupikir ia namja yang baik, pemalu dan cerdas" ujarku jujur "ah ne dia memang pemalu, dia di kamar sedang istirahat" ujar ahjumma membuatku bingung sejenak "istirahat? apa dia sedang sakit?" tanyaku menatapnya penuh harap "animnida, dia hanya kelelahan karena harus terapi tadi siang" ucap ahjumma semakin membuatku bertanya-tanya "terapi?" tanyaku benar-benar terkejut "ne, nanti kau akan tahu sendiri. Kau masuk saja! Bangunkan dia, tadi ia minta ahjumma untuk membangunkannya saat kau datang, karena aku ada pekerjaan jadi kau bangunkan sendiri ne! Gwenchana?" sahutnya kuanggukkan "gamsahamnida ahjumma" aku membungkukkan tubuhku kemudian masuk ke dalam kamarnya.

  Kubuka perlahan pintu kamarnya, kamarnya begitu tenang dengan cat temboknya yang berwarna biru tua serta kulihat beberapa fotonya bersama Hyuk Jae-ssie terbingkai apik di dindingnya. Kulihat ia masih tertidur lelap di atas tempat tidurnya, kudekati perlahan bahkan aku duduk di sampingnya kini. Kulihat beberapa obat tersimpan rapi di atas meja samping tempat tidurnya "dia?? dia sakit apa? kenapa obatnya begitu banyak? dan kenapa harus mengikuti terapi?" seribu tanya memenuhi kepalaku "kuharap kau baik-baik saja Jong Woon-ah" bathinku memerhatikan wajah teduhnya. Aigho dia terbangun "Seohyun-ssie????" serunya begitu membuka mata "Seohyun-ssie? se.. se.. sejak kapan kau ada di sini? eoddiya eommonie?" mungkin ia baru tersadar bahwa ada aku di sini, dengan sigap ia terduduk "aku baru saja sampai, ahjumma masih ada pekerjaan jadi ia menyuruhku untuk membangunkanmu. Mianhae, aku sudah mengganggu waktu istirahatmu" sahutku menundukkan kepalaku "aniya, aku hanya butuh istirahat sebentar dan aku sudah tidur sejak tadi sore jadi itu sudah cukup. Kajja kita mulai belajar!" sahutnya tersenyum menatapku, kurasa ia mulai relaks menghadapiku "ne" balasku kemudian ia beranjak dari tempat tidurnya "ah changka!! Aku cuci muka dulu nde!" sahutnya kembali menoleh ke arahku, aku pun mengangguk dengan cepat. Seusai itu, aku dan Jong Woon pun mulai belajar. Daebak, dia memang cerdas. Dia menjelaskan beberapa materi yang selama ini sulit kupecahkan. Ia nampak keren saat menjelaskan beberapa materi, kacamata itu benar-benar membingkai indah kedua matanya. Ternyata jika kuperhatikan, ia juga tampan, manis dan kyeopta "aish ternyata kau tidak begitu buruk" gumamku memerhatikan wajahnya yang sedang mengerjakan soal "wae?" tanyanya sadar kuperhatikan "aahh ani, aku hanya kagum pada kecerdasanmu" sahutku berbohong seraya tersenyum "aigho ada apa denganku? Apa aku mulai menyukainya???" bathinku.

-SKIP-

Kim Seohyun's POV End

***
Narasi

   Singkat waktu, sejak saat itu Jong Woon dan Seohyun semakin dekat semakin akrab, tak jarang mereka belajar bersama bahkan untuk sekedar keluar makan malam atau makan siang. Jong Woon yang awalnya malu dan kaku terhadap yeoja kini mulai bisa mengatasi perasaannya itu. Ia kini merasa semakin nyaman bersama Seohyun "ternyata banyak hal yang belum kuketahui tentangmu Seohyun-ah" gumamnya saat bersama dengan Seohyun "ternyata kau tidak seburuk yang kukira, bahkan kini aku merasa lebih nyaman denganmu dibandingkan namchinguku sendiri (Kyuhyun) yang sering mengekangku sesuka hatinya" bathin Seohyun menatap kedua mata Jong Woon.

   Dekat dengan Seohyun ternyata menimbulkan masalah baru bagi Kim Jong Woon, Kyuhyun terus mencari tahu alasan Seohyun yang belakangan ini sering menolak ajakannya untuk berkencan. Kyuhyun terus menyelidiki apa penyebabnya hingga akhirnya ia mengetahui kedekatan Seohyun dengan Jong Woon "yaks! Paborasseo! Kau mau memainkan perasaanku? eoh? Kau rela menjauhiku hanya karena namja culun itu?? geureyo, lihat saja! Aku tak akan membiarkan siapapun mendekatimu, bahkan namja culun itu tak pantas mengalahkanku. Akan kuhancurkan hidup namja brengsek itu, camkan Seohyun-ah" pekiknya kesal melihat Seohyun sedang asyik bercanda bersama Jong Woon di taman.

Narasi End

 ***
Cho Kyuhyun's POV


   Kuikuti langkah namja bernama Kim Jong Woon itu sejak keluar dari kampus, kulihat berkali-kali namja itu menghentikan laju mobilnya di tepi jalan, apa yang dia lakukan dengan membawa kendaraan seperti itu? dasar namja pabo. Kau sudah berani merebut hati Seohyunku, jadi jangan kira hidupmu akan baik-baik saja! Lihat saja, aku pasti akan menyelesaikan urusan kita! "Matilah kau Kim Jong Woon" gumamnya dari dalam mobil seraya memerhatikan mobil Jong Woon yang terhenti di tepi jalan keramaian kota Seoul.

Cho Kyuhyun's POV End
***
Kim Jong Woon's POV


   Kepalaku rasanya pusing, seperti mau melayang. Aigho membawa mobilpun aku tak sanggup, berkali-kali kuhentikan laju mobilku sampai masuk ke dalam gang rumahku.ngiiiikkkkkk!!!!!!! suara decit ban mobilku setelah kurem mendadak. "Nuguya saram? Kenapa dia menghalangi langkahku?" gumamku terkejut melihat sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan mobilku yang sedang melaju. "Keluar kau!!!!" seru beberapa orang bertubuh besar itu membuka paksa pintu mobilku "ppali keluar! Jika tidak kami akan merusak mobilmu!" ancam salah satu dari mereka memaksaku keluar. Aku pun membuka pintu mobilku. buuukk.... buuukkk..... buuukkk...... badanku rasanya seperti hancur, mereka memukuli tubuhku hingga aku tak sanggup berdiri, changkaman! aku melihat sepotong kayu di sudut jalan, kurasa itu bisa menjadi senjataku untuk melawan mereka. Dengan berjalan merangkak kucoba meraih sepotong kayu tersebut "Aaaaahhhhh.....!" semua gelap, tubuhku terasa ringan seperti kapas......
Kim Jong Woon's POV End
 ***
Narasi


   Jong Woon tersungkur di sudut jalan tak jauh dari rumahnya, namja dengan berpakaian serba hitam yang tak terlihat wujudnya tersebut tersenyum senang melihat Jong Woon tersungkur berlumuran darah... Jong Woon berusaha mencari tahu wajah namja tersebut namun karena terlalu banyak darah yang keluar dari tubuhnya Jong Woon pun tak sanggup lagi bertahan. Kemudian namja asing dan gerombolannya itu pergi meninggalkan Jong Woon tergeletak mengenaskan di tepi jalan.

TBC 





Aigho aigho aigho!!! Nuguya saram??? Berani-beraninya menyakiti nae nampyeon.. *plak.... aish eottokhae?? Gimana nasib Jong Woon selanjutnya ne??? Akan kah ada yang menolongnya??? Then siapa ya yang sudah tega menghabisi nae nampyeon??? Hmmmm.... penasaran donk???? Jangan lupa Read bagian terakhirnya nde biar ga mati penasaran.. kekekeke....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan Jejak Disini Chingudeul!!