7 September 2013

Secret Admirer Chapter 1 (Short story)



Title : Secret Admirer Chapter 1 (Short story)
Author : Han Ha Rin / Vitha Charming
Rating : Teenager (T) / Remaja (R)
Genre : Romance

Maint Cast :

1. Yesung As Kim Jong Woon
2. Seohyun As Kim Seohyun
3. Kyuhyun As Cho Kyuhyun


Additional Cast :

1. Donghae As Lee Donghae
2. Eunhyuk As Lee Hyuk Jae
3. Sooyoung As Choi Sooyoung
4. Sooman As Dosen/Songsaenim

Original Characters (OC) by : VitHa Charming
Short Story : 3 Chapter

***
Annyeong haseyo yeorobun!! *bow... min bawain fanfiction terbaru dari Yesung dan Kyuhyun oppa... abisan min kangin banget sama suami eon (read : yesung) yang lagi wamil... jadi deh sementara buat ff baru tapi tenang ajah min buat ff ini cuma beberapa part ajah kok soooo.... buat yang menanti When Tiffany Fallin' Love harap bersabar ne!!! dan sementara baca ff yang ini ajah dulu deh... ;)

Well dari pada panjang lebar kayak sungai citarum lebih baik kita langsung baca dengan seksama ff baru ini nyok!! Kajja!!! Hepi riding yeorobun!!!!...... ^_^

***

Kim Jong Woon's POV

   Aish aku terlambat, yaks lagi-lagi aku terlambat ke kampus gara-gara semalam begadang dengan Hyukie... "aish jinjja" pekikku sembari mengikat tali sepatuku "Jong Woon ah kau tidak mau sarapan dulu?" seru eomma dari ruang makan "aniya eommonie! Aku sudah terlambat" teriakku berusaha berdiri sembari memegangi beberapa tumpuk buku tebalku "tapi kau harus minum obat, jika kau tidak sarapan bagaimana kau bisa menelan obatmu?" sahut eomma kini sudah berdiri di belakangku "eomma chagi! kokjong hajimayo! naega gwenchanayo, okay? (Ibu sayang! Jangan khawatirkanku! aku baik-baik saja, oke?)" sahutku sembari menatap kedua matanya dengan memegangi bahunya "joseumnida, kalau begitu kau jangan lupa minum obatmu ne!" seru eomma memulas senyuman khasnya "ne eommonie, aku pergi ne eomma. Annyeong!" sahutku sembari mencium keningnya seperti biasa "ne, jhosimhae chagi-ya (ya, hati-hati sayang!)" seru eomma kubalas senyum.

     Aku menyetir dengan kecepatan hampir seratus kilo per jam, aku benar-benar telat dan hari ini giliran Sooman songsaenim yang kejam yang mengisi jam pertama "ah eottaeyo? aku bisa kena hukuman" pekikku membathin. Kutancap gas secepat mungkin agar aku bisa mengejar keterlambatanku.

Kim Jong Woon's POV End

***

Kim Seohyun's POV

   Ah jinjja, pagi-pagi aku sudah harus membantu Sooman songsaenim untuk membawakan beberapa buku tebalnya ke dalam kelas, dia kira aku apa? yaks, jika bukan karena dia songsaenimku aku tak akan pernah mau menerima perintahnya. Apa kata siswa lain? seorang yeoja terkenal di kampus harus menjadi budaknya "ah jinjja" pekikku kesal sembari berjalan sempoyongan membawa beberapa buku milik Sooman-ssie "Seohyun ah!" seru seseorang dari lapangan membuatku menoleh seketika, kulihat Cho Kyuhyun berlari ke arahku "yaks! Kyuhyun ah waeyo?" tanyaku menatapnya terengah mengatur napas "apa kau perlu bantuanku?" tanyanya masih terengah "jinjja?" aku menyipitkan kedua mataku "ne, kesinikan bukunya!" sahutnya menarik sebagian buku yang ada di tanganku. Aku menatapnya sembari tersenyum "kajja!" serunya kuanggukkan.



  Akhirnya aku dan Kyu sampai juga di kelas, kuletakkan tumpukan buku tersebut di atas meja Sooman-ssie "ah gamsahamnida Seohyun-ssie" sahut Sooman kubungkukkan tubuhku "ah Kyuhyun-ssie kau ikut membantu Seohyun ssie?" tanyanya heran melihat Kyu meletakkan tumpukan buku selanjutnya "ne, mana mungkin aku tega membiarkan yeoja yeoppeo mengalami kesulitan seorang diri? Kau itu tega sekali songsaenim" ejeknya angkuh "ah mianhae, aku sudah merepotkan kalian. Geureyo kajja kita mulai pelajaran kita!" sahutnya kami anggukkan.


   "Kyu ah gomawo" bisikku sembari berjalan menuju tempat dudukku "ne cheonma chagi-ya" balasnya membuatku tersenyum.


Kim Seohyun's POV End

***

Cho Kyuhyun's POV

    Yes!! Aku berhasil mengambil hatinya lagi, aku harus bisa menaklukkan hatinya. Seohyun ah kau harus jadi milikku secepatnya!. Aku duduk di sampingnya sesekali mencuri pandang ke arahnya "Seohyun neo neomu neomu yeoppeo (Seohyun kau benar-benar cantik)" pujiku dalam hati seraya memerhatikan wajahnya yang manis, ia menoleh ke arahku dengan percaya diri kulambaikan tanganku ke arahnya seraya tersenyum dan ia membalas senyumanku dengan senyuman indahnya "saranghae" bisikku membentuk love sign kecil dengan kedua tanganku, kulihat ia menatapku terkejut "ne, saranghae seohyun ah, maukah kau menjadi yeojaku?" kutunjukkan tulisan tersebut di secarik kertas yang membuatnya semakin terkejut "mwo? jheongmalyo?" balasnya melempar kertas kecil ke arahku "ne, aku bersungguh-sungguh. Apa jawabanmu?" balasku dengan kertas yang sama "nado, nado saranghae Kyuhyun-ssie" balasnya membuatku tersenyum senang, rasanya aku ingin melompat tinggi tapi Sooman masih ada di sini. "Gomawo Seohyun chagi.... muuach :*" balasku dibalas senyum olehnya.

Cho Kyuhyun's POV End

***

Kim Jong Woon's POV

   Aku berlari melewati setiap lorong hingga sampai di depan pintu kelas, aigho dia melihatku ouhh~ nan ije chugota (matilah aku) "Annyeong haseyo Sooman songsaenim" sapaku menundukkan kepalaku berusaha melangkah ke dalam "yaks! Siapa yang menyuruhmu masuk eoh?" bentaknya membuatku terhenti seketika "keluar kau! anak pemalas sepertimu tak pantas mengikuti kelasku! Ppali keluar dari kelasku!" bentaknya lagi membuatku tak mampu mengucap sepatah katapun.


  "Ah jinjja" pekikku berjalan menendang kerikil yang menghalangi langkahku, sebaiknya aku mencari tempat untuk mendinginkan kepalaku yang rasanya hampir meledak. Sesaat kemudian aku sudah berada di salah satu bangku taman kampus tepat dibelakang gedung kuliahku, aku duduk di sana sembari menghabiskan sekaleng softdrink "haaahhhh......." peluhku membuang napas sembari menengadah ke langit biru "ah silau sekali" gumamku sembari menutupi wajahku dengan salah satu telapak tanganku dari silaunya sinar matahari "yaks! enak sekali kau!" sahut seseorang sepertinya aku kenal, kusingikirkan tanganku untuk mencari tahu sosok tersebut "Hyukie ya! ternyata kau, mengejutkanku saja" pekikku melihat Hyuk Jae sepupuku sudah berdiri di sampingku. Aku bangun dari posisiku yang terbaring dan Hyukie pun duduk di sampingku "kenapa kau bisa telat?" tanyanya meraih salah satu kaleng soft drinkku "yaks! jinjja, apa kau lupa? Semalaman kau menggangguku, bagaimana aku bisa tidur eoh?" pekikku menatapnya sinis "ah mianhae, apa kau bangun kesiangan?" tanyanya seperti tak berdosa "yaks! kau ini bicara seakan tak tahu apa yang terjadi... ah jinjja" pekikku kesal kemudian berdiri hendak meninggalkannya "yaks!! kau mau kemana?" tanyanya menahan langkahku, kubalikkan tubuhku "aku mau pulang, untuk apa aku di kampus bersama manusia sepertimu?" sahutku sinis "yaks! begitu saja kau marah? geureyo mianhae, untuk membayar kesalahanku aku akan mengajakmu makan siang hari ini, eotthae?" ia merangkul bahuku dan berusaha merayuku "tidak mau! aku tidak punya selera makan, aku mau tidur. Minggir!" seruku menyingkirkan tangannya "ayolah! jangan seperti ini! Aku akan menuruti apapun yang kau mau, jaeball!" ujarnya mengejarku tapi tak kuhiraukan sama sekali. Mataku sudah mengantuk berat, aku benar-benar butuh tidur.


   Benar saja, ia mengikutiku sampai ke rumah "ah annyeong ahjumma" sapanya melihat eommonie sedang merapikan meja hias "ah kau annyeong Hyukie ya" balas eommonie tersenyum, "Jong Woon ah!" seru eomma membuat langkahku yang sudah menaiki anak tangga terhenti "ne eommonie" jawabku menoleh ke arahnya "apa kau sudah makan? jika belum kajja kau ajak Hyuk Jae makan!" seru eomma "gomawo eomma, aku tak berselera makan. Aku hanya ingin tidur, jika dia (Hyukie) lapar ia pasti akan mengambilnya sendiri tanpa harus ditawarkan" sahutku datar "yaks! kau ini" pekik Hyukie kudengar "geureyo, jika kau lapar bangunlah! Eomma akan menghangatkan makananmu, ne?" sahutnya kuanggukkan, lalu kulanjutkan langkahku menuju kamar. "Yaks! ssi pal! (sial) Kenapa bocah ini terus mengikutiku?" bathinku melihat Hyukie membuntutiku "untuk apa kau mengikutiku? Aku mau tidur, berhentilah mengikutiku!" seruku ketus "aku akan menemanimu hingga ke alam mimpi, anggap saja kau tidak melihatku!" sahutnya tersenyum "kau itu..." pekikku gemas kemudian masuk ke dalam kamarku.



   Kubanting tubuhku di atas tempat tidurku, kupejamkan mataku sejenak "appo" bathinku, rasanya ada yang sakit di tubuhku "ah mungkin aku hanya butuh istirahat sebentar!" gumamku menyangkal rasa itu.


Kim Jong Woon's POV End

***

Narasi

   Hyukie terus mengikuti kemana Jong Woon pergi, ketika Jong Woon tengah terlelap bahkan Hyukie duduk di sampingnya seraya asyik memainkan permainan di ponselnya. Ia nampak asyik dengan ponsel layar sentuhnya tersebut tanpa mau mengganggu waktu istirahat sepupunya tersebut. Jong Woon-ah!!" Hyukie nampak terkejut melihat darah segar keluar dari hidung Jong Woon "Jong Woon-ah ireona! Jong Woon!! Kim Jong Woon ireona!!" seru Hyukie panik sembari menepuk ringan pipi Jong Woon yang sudah tak sadarkan diri "ahjumma!! Ahjumma!!" teriaknya sontak membuat Nyonya Kim terkejut dan dengan cepat bergegas menuju kamar "Hyukie-ya, waeyo?" tanyanya berdiri di balik pintu "ahjumma! Jong Woon, Jong Woon pendarahan lagi" ujar Hyukie panik "mworagu? pendarahan?" dengan sigap Nyonya Kim mendekati Jong Woon "Hyukie-ya jaebal panggilkan dokter ne! Biar aku menyiapkan kompresan" seru Nyonya Kim dianggukkan Hyuk Jae "ne ahjumma" sahutnya segera memencet tombol angka di ponselnya.

-SKIP-

Narasi End

***

Seohyun's POV
   
  Hari ini Kyu mengajakku berkencan, aigho hatiku terus berdebar kencang. Rasanya ingin sekali kukabarkan pada dunia bahwa aku sedang jatuh cinta pada Mr. Cho. Berkali-kali kutatap wajah putihnya yang sedang fokus menyetir "Kyu chagi, kau mau mengajakku kemana?" tanyaku masih kutebar senyumanku "aku ingin mengajakmu ke bioskop tapi aku harus ke Rumah Sakit dulu sebelumnya" jawabnya membuatku mengernyitkan kedua alisku "ke Rumah Sakit? mau apa? Kau sakit oppa?" tanyaku mencemaskan keadaannya "ah ani, aku hanya mau mengambil obat milik eomma. Gwenchana?" jawabnya membuatku kembali bernapas lega "nde gwenchana oppa" jawabku membalas senyumannya.


  Tak lama kemudian aku dan Kyu sudah sampai di Rumah Sakit "aigho ramai sekali? Tak kalah dengan pasar ramainya, hehehe" gumamku terkekeh sendiri "wae?" tanya Kyu menatapku heran "ah aniya oppa" kugelengkan kepalaku dan berusaha menutupi ekspresi paboku.

Seohyun's POV End

**

Kim Jong Woon's POV

   Kepalaku terasa berat, aigho apa yang terjadi padaku?. Kucoba membuka mataku meski masih terasa sulit, kulihat beberapa lampu bersinar terang membuat mataku tak sanggup terbuka lebar "Jong Woon-ah kau sudah siuman chagiya?" tanya eomma menatapku dengan senyuman khasnya "eomma? eoddiya? (Ibu? Dimana ini?)" tanyaku dengan suara parau "paboya! Kau anak nakal" pekik eomma membuatku tak mengerti "eommonie mwosun suriya? (Ibu apa maksudmu?)" tanyaku mengernyitkan dahi "kau tidak minum obatmu hari ini bukan?" sahut eomma membuatku teringat bahwa aku tak minum obatku hari ini "aigho paboya Jong Woon" pekikku membathin "nde eommonie aku lupa mianhae" sahutku menyesal "yaks! Untuk apa kau minta maaf padanya? Minta maaf pun sekarang tak ada gunanya karena sekarang kau sudah terlanjur masuk Rumah Sakit, jheongmal paboya" tukas Hyukie membuatku terdiam "mianhae" sahutku pelan "mianhae halgotkkajineun obso chagiya (tak ada yang perlu dimaafkan sayangku)" bisik eomma memelukku dengan hangat, tanpa sadar airmataku terjatuh dari pelupuk mataku.


   "Yaks! Uljima!" ejek Hyukie menyebalkan "wae uroyo chagiya? (kenapa menangis sayangku?)" tanya eomma menatapku, kugelengkan kepalaku "mianhae eomma, aku selalu merepotkanmu" ucapku masih menitikkan airmata "gwenchana chagiya! Uljimarayo nde! Uljima! (tak apa sayang! Berhentilah menangis ya! Jangan menangis!)" eomma berusaha menenangkanku dan aku pun berusaha menghentikan tangisku.

-SKIP-

  Setelah mendapatkan pelukan dari eomma, aku merasa sedikit lebih baik "Seohyun-ssie?" gumamku dalam hati tak sengaja melihat yeoja idamanku melintas di depan kamarku "apa aku sedang berhalusinasi? sedang apa dia di sini?" bathinku "yaks! Kau melamun?" sahut Hyukie menebaskan tangannya di depan wajahku membuat lamunanku buyar seketika "aniya" belaku ketus "lalu kau melihat apa sampai termangu begitu eoh? Apa kau sedang mengkhayal yadong? eoh?" tebaknya membuatku geram "yaks! Memangnya kau, selalu mengkhayal yadong? Aku berbeda denganmu, arasseo?" bantahku kesal "yaks! Jangan buka kartuku, aku kan hanya bertanya..." tukasnya kesal "eeehhh...." ucapnya menyipitkan kedua matanya seraya menunjuk ke arahku "mwoya?" tanyaku ketus seraya menepis tangannya "jangan bilang kau melihat Kim Seohyun? Nde??? eoddi??" lanjutnya menatapku curiga, kenapa tebakannya bisa tepat begitu? apa dia bisa menerawang pikiranku "aniya! Jangan sok tahu kau!" bantahku berbohong "gojitmal! Dengar! Aku sudah hafal betul dengan ekspresimu yang satu itu, setiap kali kamu melihat Seohyun melintas di depanmu matamu dengan cepat berubah membesar seperti ikan. Jadi kau tak usah berbohong lagi padaku, arasseo?" sahutnya mengeraskan suaranya membuatku tak mampu menjawab apapun.



  "Jika kau benar-benar menyukainya kenapa kau masih diam saja eoh? Lakukan sesuatu untuk mendapatkan hatinya bukan hanya diam menunggu. Sebab itu tak akan pernah ada hasilnya paboya, bagaimana jika ia diambil orang lain sementara kau hanya bertingkah seperti ini? Sangat menyedihkan? Kau sudah lama mengaguminya tapi apa tak ada niat sedikitpun untuk mendekatinya? eoh?" ujarnya tegas membuatku diam seribu bahasa. "Cinta itu harus ada usaha bukan hanya duduk diam berharap ia akan menghampirimu! Dia tak akan pernah menyadari keberadaanmu jika kau terus bersembunyi" lanjutnya, kemudian kami diam seribu bahasa. "Hyuk Jae hyung!" seruku masih menundukkan kepalaku "wae?" sahutnya "kau tidak mengerti posisiku, bukan aku tak mau berusaha tapi aku hanya tak ingin melukainya kelak. Dia terlalu berharga untuk kusakiti, lagipula aku yakin yeoja sepertinya mana mungkin mau berhubungan denganku" ujarku membuat Hyuk Jae memegangi tanganku "apa karena penyakitmu? Apa ini yang membuatmu merasa tak pantas berjuang untuknya? Jika ia tak pernah menyadari perasaanmu hingga akhir hayatmu, eotthae? Apa kau tak akan menyesal?" tanyanya kugelengkan "hanya dengan melihatnya dari kejauhan pun itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri untukku, aku tak pernah berharap memilikinya sebab aku yakin itu mustahil" jawabku "Jong Woon-ah! Kau itu pabo atau apa? Meski kau tak pernah ingin memilikinya, tapi setidaknya biarkan ia tahu keberadaanmu yang selama ini selalu memerhatikan gerak-geriknya!" ujarnya kembali kugelengkan "Hyung! gomawo atas saranmu, tapi hanya melihat senyumnya pun itu sudah cukup bagiku. Aku tak ingin ia menangisi kepergianku kelak, nado tak ingin merepotkan hidupnya jadi Hyung berhentilah panjang lebar menasihatiku karena sampai kapanpun aku akan seperti ini. Arasseo?" jawabku menatap kedua matanya "ah terserah kau saja! Aku benar-benar tak mengerti dengan jalan pikiranmu, silahkan kau bersenang-senang dengan fantasimu sendiri!" ujarnya kubalas senyum.

Keesokkan harinya....
Narasi

   Hyukie pun bergegas menuju kampus, rumahnya yang berdampingan dengan Jong Woon membuatnya terpaksa melewati rumah berwarna putih tersebut. Hyukie mengendarai mobilnya perlahan karena jalanannya yang sedikit miring, ia tak sengaja melihat Jong Woon keluar dari gerbang rumahnya dengan gaya sederhananya, Hyukie pun menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Jong Woon, ia menurunkan kaca mobilnya "Jong Woon-ah! Kau mau kemana?" tanyanya sedikit melantangkan suaranya "aku mau ke kampus, wae?" jawabnya datar "bukankah kau masih harus istirahat? Lagipula hari ini tak ada pelajaran di kampus, kau mau apa ke sana?" sahut Hyuk Jae membuat Jong Woon kesal "yaks! Itu bukan urusanmu, aku bosan di rumah lebih baik aku ke perpustakaan. Kau sendiri sudah tahu tak ada jadwal kenapa mau ke kampus eoh?" balas Jong Woon mencibir "yaks! Bukan urusanmu! Ya sudah, kajja kita pergi bersama!" seru Hyuk Jae "ne" balas Jong Woon segera masuk ke dalam mobil sport milik Hyuk Jae.

Narasi End

***

Hyuk Jae's POV

   Sambil menyetir aku terus mengajaknya berbicara, karena ia sering sekali melamun aku takut ada arwah yang merasuki tubuhnya jadi lebih baik aku ajak bicara. Kuperhatikan ia masih melamun menatap jalan dengan tatapan kosong "Jong Woon-ah gwenchana?" tanyaku menoleh ke arahnya sesaat "ne, wae?" jawabnya datar "ini masih pagi, jangan melamun! Aku tak mau terjadi sesuatu apapun padamu di mobilku" sahutku belagak ketus "tenang saja! Aku jamin tak akan terjadi apapun di mobilmu" jawabnya benar-benar datar, apa dia belum sehat?. Kulihat wajahnya masihg pucat pasih "kau yakin kau baik-baik saja?" tanyaku lagi "ne" sahutnya kemudian memejamkan kedua matanya seraya menyandarkan kepalanya di bangku "yaks! Jika belum sehat kenapa harus memaksakan diri ke kampus hanya untuk melihat Seohyun?" pekikku kali ini membuatnya menoleh ke arahku dengan tatapan sinis "kau diam saja! Jangan banyak bicara! Menyetir itu harus konsentrasi, bukan mencampuri urusan orang lain!" pekiknya membuatku diam "ne arayo" sahutku ketus.

-SKIP-


   Tak lama kemudian, kami sudah sampai di kampus "kau mau kemana?" tanyaku padanya yang sudah jalan lebih dulu "yaks! Sejak kapan kau jadi Ibuku? Apa aku harus selalu melapor padamu jika aku mau bepergian?" pekiknya membuat mulutku manyun "yaks! Aku kan hanya bertanya, apa salah?" sahutku ketus "aku kan sudah bilang tadi, aku mau ke perpustakaan. Memangnya kau mau ikut?" jawabnya ketus "aniya" jawabku singkat, kemudian kami melanjutkan perjalanan kami.

Hyuk Jae's POV End

***

Kim Jong Woon's POV

  Jalan dengannya sama saja aku jalan dengan arwah, sangat menyebalkan. Mulutnya bawel seperti ahjumma membuat kepalaku pusing. Aku terus melangkah bersamanya, aku hendak ke perpustakaan tapi entahlah dengan manusia yang ada di sebelahku. Dia benar-benar manusia tak jelas "Seohyun-ssie?" aku melihat sosok bidadariku berada berlawanan arah denganku "Seohyun!!!" seru seorang yeoja membuatku terkejut mencari sumber suara ke segala arah "aigho!!!" pekikku melihat sebuah bola dari arah lapangan hendak menuju ke arah Seohyun, dengan sigap aku berlari ke arahnya dan berusaha menangkapnya "Jong Woon-ah?" seru Hyukie tak kuhiraukan.

  Kupeluk tubuh mungilnya hingga bola basket tersebut mendarat di atas kepalaku "aaahhh!!!" pekikku menahan sakit hingga tersungkur. Kepalaku terasa pusing hingga tak sanggup berdiri dan melepaskan pelukanku padanya "gwenchana?" tanya bidadariku memerhatikanku, kutatap wajahnya "aigho! baru kali ini aku berada sedekat ini dengannya? Aku tak mampu bernapas, ada apa ini?" bathinku menatap kedua mata indahnya "Jong Woon-ah gwenchana?" kudengar suara Hyuk Jae mendekatiku namun aku tak sanggup bertahan lebih lama, semua terlihat gelap.

Kim Jong Woon's POV End

***

Seohyun's POV

   "Nuguya namja??? (siapa pria ini?)" bathinku memerhatikan namja yang sudah pingsan dipelukanku tersebut "kenapa ia menyelamatkanku?" lanjutku "changkaman! Bukankah dia... Kim Jong Woon???" tambahku "Seohyun-ah gwenchana?" tanya Sooyoung membuyarkan lamunanku "naega gwenchana" sahutku "hah? eotthaeyo dengan Kim Jong Woon? Gwenchana?" tanya Sooyoung terkejut melihat Kim Jong Woon pingsan dipangkuanku "Jong Woon-ah!!" seru siswa Lee Hyuk Jae membantunya berdiri, ia berusaha mengangkat tubuh siswa Jong Woon sekuat tenaga "biar kubantu!" seru Sooyoung membantu Hyuk Jae "Seohyun-ah kau tunggu aku di belakang nde! Aku mengantar Kim Jong Woon ke ruang kesehatan dulu nde!" sahut Sooyoung memapah tubuh namja itu "nde" kuanggukkan perintahnya.


   Aku pun bergegas ke taman belakang dengan penuh rasa cemas dan bersalah "ah eottokhae??? Karena menyelamatkanku namja itu jadi pingsan, eottokhae???" bathinku panik seraya mondar-mandir tak jelas. Nampak jelas guratan kecemasan di wajahku. "Ah itu Sooyoung!!" sahutku melihat Sooyoung berlari ke arahku "Seo ya!" serunya kuhampiri "nde, eottokhae????" tanyaku memerhatikannya terengah "changkamaneyo, aku atur napas dulu nde" sahutnya kuanggukkan.


   Selang beberapa menit, aku dan Sooyoung sudah duduk bersama di taman. Aku sudah tak sabar menunggu penjelasan darinya "Youngie eottokhae? apa namja itu baik-baik saja?" tanyaku menarik tangan Sooyoung "tadi ketika aku tinggalkan ia belum siuman juga, tapi Hyuk Jae-ssie bilang dia akan baik-baik saja. Dia menyuruh kita untuk tidak mencemaskannya" ujar Sooyoung membuatku mampu kembali bernapas lega "ah syukurlah... Ah nde, nugu namja?? Kim Jong Woon si pendiam itu kah?" tanyaku masih menatap ke arah Sooyoung "nde dia Kim Jong Woon" jawab Sooyoung menganggukkan kepalanya "kenapa dia bisa menyelamatkanku? Bukankah dia orang yang jarang bergaul?" tanyaku mengernyitkan dahi "molla! Mungkin saja dia refleks melihat bola yang melayang ke arahmu, jadi ia tak sadar sudah melindungimu" jawabnya kuanggukkan "nde, mungkin" sahutku.

Seohyun's POV End

***

Kim Jong Woon's POV

   "Nae Eoddiya? (Aku dimana?)" tanyaku begitu membuka mata sembari memegangi kepalaku yang pusing "kau itu pabo atau apa eoh? bersikap sembarangan tanpa memikirkan keselamatanmu? Bagi orang lain mungkin ini bukan hal yang besar tapi bagimu ini adalah masalah besar, bagaimana jika kau pendarahan? Bukankah kau tak ingin princessmu itu mengetahui kondisimu yang sebenarnya? eoh?" sahut Hyukie kenapa begitu kesal "mwosun suriya? (apa maksudmu?)" tanyaku belum mampu mengerti dengan ucapannya "aish! Jinjja! Apa kau tidak ingat kejadian sebelumnya?" ucapnya membuatku mencoba berpikir keras "Seohyun... Seohyun-ssie??? Eoddiya? Apa dia baik-baik saja?" aku baru ingat dengan Seohyunku "yaks! Dalam keadaan seperti ini kau masih bisa mencemaskannya? Jinjja..." pekik Hyukie tak kugubris "bagaimana dengan Seohyun, Hyukie ya?" tanyaku lagi "dia baik-baik saja, yang harus kau khawatirkan adalah keadaanmu sendiri bukan dia, arasseo?" tukasnya membuatku diam.


   "Syukurlah jika dia baik-baik saja" bisikku lega "yaks! Kau itu keterlaluan, kajja kita pulang!" seru Hyuk menarik tanganku "pulang?" tanyaku heran "nde, kita pulang. Mau apa kita disini? Aku tak mau terjadi sesuatu yang lebih parah dari ini, kajja!!" serunya kutahan "aku tak ingin pulang" sergahku membuatnya menoleh ke arahku dengan ketus "wae? apa kau masih ingin memerhatikan yeoja itu?" sahutnya menatapku tajam "aniya, aku hanya tak nyaman berbaring sepanjang hari. Lebih baik aku di sini, banyak pemandangan yang bisa membuat otakku sedikit lebih segar. Jika kau mau pulang, kau pulang saja duluan. Aku bisa pulang sendiri, Jhosimhae hyung" sahutku tersenyum simpul "ani! Aku tak akan pulang tanpamu, aku akan temani kemanapun kau ingin pergi. Arachie?" sahutnya kuanggukkan "ya sudah kajja kita keluar dari sini! Aku sudah tak tahan dengan bau ruangan disini" serunya kembali menarik tanganku "ne hyung" sahutku kemudian mengikuti langkahnya dari belakang. Tiba-tiba Hyukie menahan langkahnya membuat aku tak sengaja menabrak tubuhnya "waeyo hyung?" tanyaku mengangkat wajahku yang tertunduk "Seohyun-ssie???" sahut hyung membuatku terkejut, kutatap ke depan dan ternyata benar, ada Seohyun-ssie bersama temannya hendak berpapasan dengan kami di depan pintu. Ini benar kah? atau hanya khayalanku??? Mau apa dia kesini???? rasa terkejutku masih membuat jantungku berdebar semakin kencang.....




TBC



Ahhh Eotthokhae??? Apa yang mau dilakukan Seohyun dengan Jong Woon nde????? Kenapa dia bisa kembali menjenguk Jong Woon??? Apa yang akan terjadi selanjutnya neeee??? Hmmm.... penasaran donk??? Ya kan Yadong???? Kalo penasaran tunggu Chapter selanjutnya ne... Ah ne jangan lupa RCL (Read Comment Like) sebelum atau sesudah membaca.. Oce Yeorobun????? Gomapda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan Jejak Disini Chingudeul!!