Tampilkan postingan dengan label Cinderella Boy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinderella Boy. Tampilkan semua postingan

26 Januari 2013

Cinderella Boy Chapter 15 [End of Story]


Title     : Cinderella Boy
Author : Han Ha Rin
Cros Posting : Facebook

Cast     :
  • Yesung As Lee Hyun Seok
  • Kim Kibum As Lee Sang Joon
  • Sulli As Han Hyun Mun
  • Krystal As Kim An Kyu
Cast Additional :
  • Kwon Sang Woo As Kang Ahjussie (True Cast of Drama Cinderella Man)
  • Kyuhyun As Cho Kyuhyun (Han Hyun Mun's Boss)
  • Sungmin As Lee Sung Min (Lee Hyun Seok's Friend)
  • Ryeowook As Kim Ryeowook (Lee Sang Joon's Friend)
  • Yu Ri As Yu Ri (Han Hyun Mun's Friend)
Rating  : G (General)
Genre   : Romance
Disclaimer : Cinderella Man (Drakor)

PLEASE DO NOT COPY

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 Annyeong haseyo..... Thor is back membawa kisah terakhir dari Cinderella Boy... Hmmm Gimana ya akhir dari kisah Cinderella Boy kita??? Bahagiakah?? atau tragiskah??? Penasaran??? makanya baca nih chapter terakhir yang thor kasih.... Semoga terhibur!!

Eits!! Changkaman!! Sebelum membaca thor mau ucapin banyak-banyak terima kasih kepada reader setia thor di facebook nih karena udah setia banget RCL setiap chapternya selama ini.. Jheongmal Gomawoyo reader yeorobun... Saranghae <3 *bow

Well Setelah fanfic ini berakhir, thor berharap kalian masih setia dengan fanfic thor yang selanjutnya.... Jheongmal Gomawo yeorobun.....
Yesungmin, sebelum lanjut baca thor seperti biasa mau kasih tau rulesnya nih... Simak baik-baik ne!!!

1. Biasakan LIKEnya sebelum membaca
2. KOMEN diwajibkan setelah usai membaca (komen boleh berisi komentar, kritikan atau saran tapi NO BASH and NO SARA ya Komentarnya)
  3. Keep Original... No Plagiarisme... COPAS = DOSA
 4. Gamsahamnida buat yang sudah Mematuhi rulesnya author *Bow
5. Kajja Kita mulai membaca^^ (Happy reading)

Happy Reading My Readers^^!!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

RECAP CHAPTER 14

    Aku segera naik ke atas panggung dengan penuh rasa haru, hampir saja airmataku menetes karenanya. Akhirnya impianku selama ini sampai di depan mata, rasanya aku belum bisa percaya akan hal ini. Airmataku menggenangi pelupuk mataku saat aku harus menerima semua tropi dan hadiah dari para juri "Changkaman!!!" seru seseorang dari bawah panggung membuat semua mata menoleh ke arahnya, Kyu An ya? mau apa dia??? Dia naik ke atas panggung "keputusan itu tidak sah.. Dia tidak pantas jadi pemenang! Lihatlah foto di majalah ini!!! Desain bahkan warnanya hampir sama dengan desain milik Han Hyun Mun ssie!" sahutnya menunjukkan sebuah foto dengan desain baju yang sama dengan milikku "mwosun suriya???" bathinku tak percaya, airmataku berhasil mengalir "Dia sudah menjiplak karya orang lain, karyanya tidak original. Dia tidak pantas jadi pemenang!" lanjutnya membuat airmataku mengalir deras "aniya!!! Aku tak mungkin menjiplak, ini murni hasil karyaku!!" belaku menangis.....

RECAP CHAPTER 14 END

***
CHAPTER 15 [ End of Story ]

Han Hyun Mun's POV

   "Aniya!!! Aku tak mungkin menjiplak, ini murni hasil karyaku!!" belaku menangis "tidak mungkin menjiplak kau bilang eoh? jelas sekali aku memegang bukti karyamu adalah hasil jiplakan kau masih mengelak ne????" ujar Kyu An membuat airmataku mengalir deras "demi Tuhan, aku tak pernah menjiplak desain siapapun Nona!" aku yakin sekali aku tak pernah melihat karyaku ada di tempat lain sebelumnya tapi kenapa ia bisa berbicara begitu padaku "ini lihat!!!" ia menunjukkan sebuah gambar dari majalah yang benar-benar mengejutkanku "aigho! kenapa baju yang digunakan model itu begitu mirip dengan desainku??? tidak mungkin!!" pekikku membathin "sudah jelas bukan??? karyanya hasil plagiat jadi dia tidak pantas memenangkan kompetisi ini!" ujar Kyu An tak mampu kubalas "tapi Kyu An ssie keputusan juri tak bisa diganggu gugat, mungkin untuk sementara juara satu tetap dipegang olehnya namun pihak kami akan mencari tahu apa karyanya hasil plagiat atau murni buatannya. Kami butuh waktu setidaknya tiga hari untuk menyelidiki kebenarannya, dimohonkan untuk semua finalis dan pihak terkait bersabar sedikit! Kami juga tak akan memberikan tropi dan hadiahnya sebelum kebenarannya diketahui, bagaimana? apa itu adil?" ujar salah seorang juri yang kutahu berasal dari pihak majalah terkait "ne, kutunggu tiga hari kemudian! Kuharap tidak ada kecurangan di sini!" tukasnya menatapku sinis dan segera turun dari panggung "whooooooo...." teriakan penonton menyorakiku, aku benar-benar tak sanggup membendung airmataku.


  Aku menangis sejadinya meski aku masih berada di atas panggung "semua mimpiku harus berakhir seperti ini?? sungguh tragis nasibku" bathinku "kajja kita pulang!!" seru Hyun Seok menjemputku ke atas panggung, aku menoleh ke arahnya dan kuanggukkan seruannya. Ia menggandeng tanganku dan membawaku turun dari panggung megah itu "uljima chagiya!" bisiknya tersenyum ke arahku "oppa!! kau percaya padaku kan?" tanyaku menatapnya penuh harap "nde aku percaya padamu, kebenaran pasti akan cepat terungkap! uljima nde!" ia memegangi kedua tanganku menatap kedua bola mataku dan diakhiri dengan menyapu airmataku, perlakuan istimewa itu membuatku semakin haru. Tak segan kupeluk tubuhnya erat-erat aku tak peduli apa kata orang lagi kini. "Gomawo oppa!! Jheongmal gomawo" bisikku dipelukannya "ne chagi cheonma" balasnya. "Hyun Seok-Hyun Mun!!" seru seseorang membuat kami terpaksa melepas pelukan hangat ini, kami menoleh ke arah sumber suara "Sang Joon ya?" tanyaku dan Hyun Seok terkejut "Hyun Mun gwenchanayo?" tanyanya menghampiriku "naega gwenchanayo oppa!" jawabku menggeleng lemas "Joon, kau percaya pada Hyunie kan?" tanya Seoki merangkul pundakku "ne aku percaya seratus persen padanya, aku yakinkan karyanya pantas menjadi juara!" sahutnya membuatku kembali optimis "bagaimana kalau kita keluar, kita cari tempat makan untuk berbincang. Aku juga sudah mengajak seseorang" sahutnya membuat aku dan Seoki bertanya-tanya "nuguya?" tanyaku dan Seoki kompak "kajja! ikut aku!" serunya menarik tangan kami.

Han Hyun Mun's POV End

***

Kyu An's POV

   Yes akhirnya aku berhasil membuatnya malu di depan umum, tetapi kenapa tidak langsung dibatalkan saja sih penghargaannya kenapa harus diselidiki dahulu? ini bisa berbalik kepadaku? bagaimana jika mereka jadi menyalahkanku? bisa gawat, bisa hancur karirku "yaks paborasseo" pekikku. Aku segera kembali ke ruanganku, sebelum kembali pulang aku memastikan dahulu bahwa Sang Joon masih di ruangannya. Kutengok ruangannya dari balik pintu "Sang Joon??" seruku menengok ke ruangan tersebut "kenapa dia tak ada? dia kemana? yaks! Dia pasti menemui yeoja itu? aaahhh paborasseo!" pekikku segera pergi meninggalkan ruanganku.

   Kupercepat langkahku, mencari sosok Sang Joon di sekitar kantor "Kyu An ya!!!" seru seseorang menghentikan langkahku. Aku menoleh ke sumber suara tepat di arah kiriku "oppa??" ternyata Kyuhyun yang memanggilku, kulihat ia berlari ke arahku "kau mau kemana? kenapa begitu tergesa-gesa?" tanyanya sembaru berkacak pinggang "aniya, aku mau mencari Sang Joon, oppa" jawabku tegas "untuk apa kau mencarinya?" tanyanya lagi "aku tidak mau ia menemui yeoja itu, yeoja yang bekerja di tempatmu" jawabku ketus "wae? kau cemburu padanya?" ucapnya menyipitkan kedua matanya "yaks! Aku bukan cemburu padanya, aku hanya ingin menyingkirkan yeoja itu dari hidupku karena buatku ia hanya benalu untuk kita menguasai harta keluarga Lee. Apa kau tidak mengerti juga?" tukasku dengan nada tinggi "ne arasseo, mianhae!" sahutnya tertunduk, aigho sepertinya aku terlalu keras padanya "mianhae oppa aku terlalu keras padamu" ucapku merangkul pundaknya "eum gwenchanayo, ya sudah biar aku bantu mencari ne?" sahutnya kurasa ia memaksa tersenyum ke arahku "ne, kajja kita cari dia!" seruku segera menggandeng tangannya.


  Aku dan Kyuppa berada dalam satu mobil untuk mencari Sang Joon, aku yakin sekali Sang Joon kini sedang bersama yeoja itu dan Sang Joon imitasi. Yaks mengingat hal itu aku jadi kesal setengah mati "kemana kira-kira mereka pergi ne oppa?" tanyaku menatap ke arah Kyuhyun yang masih fokus menyetir "mollasseo, kita cari saja dulu! Jika tidak ada di sekitar sini, mereka pasti sudah kembali ke Busan" jawabnya kuanggukkan. Aku dan Kyuhyun kembali menoleh ke arah jalan, berharap menemukan tiga sosok menyebalkan itu "oppa stop!!!" seruku membuat Kyuhyun menginjak pedal rem mendadak "aaaww... appo oppa!!" rintihku karena kepalaku mendarat tepat di atas dasbor mobil dengan keras "mianhae, habisan kau tiba-tiba berteriak menyuruhku berhenti jadi aku spontan mengikuti perintahmu, waeyo chagi?" ucapnya nampak polos. Aku masih mengusap-usap keningku yang sakit "lihat itu! Bukankah itu Sang Joon, Hyun Mun dan Sang Joon imitasi? Lalu siapa yeoja yang duduk di sebelah Sang Joon, oppa?" aku melihat ada yeoja duduk berdampingan dengan Sang Joon "nuguya? kenapa begitu banyak yeoja di hidupnya? yaakkss pemandangan menyebalkan!" pekikku "sepertinya aku kenal yeoja itu!" ucap Kyuhyun membuatku terkejut "nuguya?" tanyaku menatapnya "dia Kwon Yu Ri, dia sahabat baik Hyun Mun" jawabnya sembari memerhatikan ke arah orang-orang menyebalkan itu "yaks!!! kenapa begitu banyak orang miskin di sekelilingnya? kajja oppa kita turun!" tukasku segera membuka pintu mobil.

   Aku berjalan dengan cepat bersama Kyuhyun menghampiri mereka yang sedang menikmati hidangan makan siang di sebuah restoran korea pinggir jalan. Sesampainya di dalam, aku segera menuju meja mereka "Sang Joon ya!!!" seruku lantang membuat mereka dengan cepat menoleh ke arahku "kau? mau apa kau ke sini? mau mengganggu makan siang kami?" tanyanya kulihat sedang mengunyah makanan "kau kan tunanganku kenapa kau makan dengan yeoja lain?? mwosun suriya?" tanyaku berkacak pinggang "mwo? tunanganmu?? sejak kapan aku menganggap kau sebagai tunanganku eoh?" yaks kenapa ucapannya begitu menyebalkan "tapi kau adalah tunanganku, cincin ini buktinya!" aku segera menunjukkan cincinku "heh nenek sihir! dengar! Aku mau makan dengan siapa itu bukan urusanmu, kau sendiri sedang apa dengan Mr. Cho eoh?" ucapnya membuatku tak mampu menjawab "dia.... dia...." kenapa aku jadi bingung mau ucapkan apa "dia adalah yeojachinguku" aigho kenapa Kyuhyun ucapkan itu, membuatku malu saja "oh begitu, chukhae hamnida atas hubungan kalian. Ah kebetulan kau ada di sini, sebaiknya kukenalkan yeojachinguku yang baru" ia berdiri seraya merangkul yeoja yang ada di sampingnya "mworago?" tanyaku ketus "wae? dia yeojachinguku, cantik bukan? Yu Ri ya kenalkan dia Kyu An" ucapnya benar-benar membuatku kesal "yaks! Tanganmu kotor, tanganku steril dari tangan orang miskin sepertimu" ucapku menepis tangan yeoja itu dengan keras "sudahlah chagi, percuma kita di sini. Hanya buang-buang waktu, kajja kita pergi!" sahutku menarik tangan Kyuhyun yang masih terpaku menatapi mereka "ah ne annyeong Kyu An ya!!!" kudengar Sang Joon mengejekku, benar-benar menyebalkan.

Kyu An's POV End

***

Sang Joon's POV

   Aku terkekeh melihat ekspresi Kyu An yang nampak kesal dengan ulahku siang ini "hahahaha siapa suruh berurusan denganku?? rasakan itu nenek sihir" ejekku masih terkekeh "kau itu! kejam sekali oppa" sahut Yu Ri membuatku menghentikan tawaku "ah biar saja Yu Ri ya, yeoja itu memang harus diberi pelajaran sesekali supaya tidak semena-mena! Memangnya hanya dia saja yang bisa menghina orang lain" ujar Hyun membelaku "ne Yu Ri ya! Kau tenang saja, chagiyamu tak sekejam itu.. hehehe" sambung Hyun Mun diakhiri tawa kami. Senangnya aku kini sudah memiliki yeoja baru, yeoja yang ramah, manis, yeoppo dan rendah hati ah satu lagi ia begitu dewasa membuatku nyaman di dekatnya "kalian berpacaran?? bagaimana ceritanya? Joon ceritakan padaku! Aku ingin mendengarnya" ucap Hyun memaksaku menceritakan kejadian semalam.

Flashback malam sebelumnya

   Hari ini aku sudah mengadakan janji makan malam dengan Yu Ri di Busan, aku ingin sekali menyatakan perasaanku padanya. Semoga saja ia memiliki rasa yang sama denganku, penuh harap aku menemuinya di salah satu taman terdekat dengan rumahnya. Sesampainya di taman, aku melihat sosok bidadariku tengah terduduk manis di salah satu bangku taman sembari sesekali menengadah ke langit, dia begitu cantik malam ini dengan mengenakan gaun pendek berwarna putih serta rambutnya terurai lurus dihiasi sebuah bandana bunga berwarna putih. Aku segera menghampirinya "Annyeong haseyo Yu Ri ya!" sapaku membuatnya menoleh ke belakang "ah annyeong haseyo Sang Joon ya!" balasnya berdiri dan membungkukkan badan "mianhae sudah membuatmu menunggu lama!" sahutku "eum.. gwenchanayo! Aku juga baru sampai" balasnya memulas senyuman indah di wajah putihnya "gomawo Yu Ri ya!" sahutku membalas senyumnya "ya sudah kita mau kemana oppa?" ujarnya ceria "ah ne, bagaimana kalau kita jalan-jalan saja dulu? setelah itu kita makan malam, eotthae?" usulku dianggukkan olehnya. Akhirnya aku mengajaknya jalan-jalan menyusuri kota Busan malam ini, aku sengaja menitipkan mobilku di rumah Hyun sementara aku berjalan kaki dengan Yu Ri.

   Ketika aku menitipkan mobil, aku tak sempat berpamitan dengan Hyun karena ia lelah sekali hari ini jadi ia terlelap meski hari masih sore. Sepanjang jalan kami terus bersenda gurau, kini hubungan kami sudah tidak kaku seperti pertama kali bertemu. Dia orang yang menyenangkan, kepribadiannya hangat membuatku benar-benar merasa nyaman. "Sang Joon ya! Apa kau tidak malu jalan kaki denganku?" tanyanya kugelengkan dan kubalas senyum "kenapa aku harus malu?" tanyaku "animnida, kau kan anak konglomerat tetapi kau jalan kaki bersamaku yang hanya seorang penjaga kasir, aku takut ada anak buahmu yang melihat lalu imejmu menjadi buruk karenaku" ujarnya polos "tenang saja! Tidak akan ada anak buahku di sini jadi aku bebas melakukan apapun yang kumau, memangnya salah jika seorang menejer jalan dengan penjaga kasir? Kurasa tidak ada hukum yang melarangnya jadi itu sah-sah saja bukan?" ujarku dicibir olehnya. Kulempar senyumanku kemudian melanjutkan jalan-jalan kami.

   Lelah berjalan, kami memutuskan untuk makan malam di sebuah restoran sederhana yang menyajikan beberapa hidangan laut. "siksa haseyo (selamat makan)" ucapku ketika hidangan laut sampai di meja kami "gomawo, siksa haseyo oppa (terima kasih, selamat makan oppa)" balasnya memanggilku oppa? senangnya. Kami pun mulai menikmati hidangan kami masing-masing, tempatnya begitu romantis. Di atas meja kami terdapat lilin aroma terapi, serta setangkai mawar menambah cantik suasana ditambah alunan musik jazz yang tenang membuat selera makan kami menjadi lebih baik. Seusai makan, aku siap-siap untuk menyatakan perasaanku padanya. Sudah lama aku tak pernah menyatakan cinta kepada seseorang, aku jadi kaku dan gugup. Semoga saja aku bisa menyatakannya dengan baik.



   Kulihat ia sedang sibuk memandangi pemandangan di luar sana, perlahan kutarik kedua tangannya yang sedang tergeletak di meja. Ia menoleh ke arahku penuh rasa heran "Yu Ri ya, aku ingin bicara serius padamu tapi mianhae jika caraku salah. Bolehkan?" sahutku menatap kedua mata indahnya, ia mengangguk tanda setuju "Yu Ri ya! Aku memang tidak pandai mengungkapkan perasaanku tapi aku ingin jujur padamu.... Aku menyukaimu, apa kau bersedia menjadi yeojaku?" lanjutku membuatnya terkejut "aku tidak memaksamu untuk membalas cintaku, aku hanya ingin kau tahu saja tentang perasaanku padamu. Aku bersungguh-sungguh" lanjutku mulai gugup karena ia masih berdiam diri, ah semoga saja aku tidak salah ucap "oppa! Gomawo, jika aku harus jujur aku juga menyukaimu" ucapnya tersipu "mworago????" aku tak sadar dengan ucapannya, apa yang ia ucapkan tadi?? ia menyukaiku juga???? ah senangnya "ne, aku menyukaimu oppa" tegasnya membuatku ingin melompat setinggi-tingginya "gomawo!!!! Gomawo chagiya" sahutku segera memeluknya "cheonma oppa, oppa lepaskan aku! Aku malu" ucapnya memberontak di pelukanku "hehehe mianhae aku lupa kita di tempat umum.. hehehe" ucapku melepaskan pelukannya. Rasanya aku ingin terbang malam ini. Setelah selesai makan, aku pun mengantarnya kembali ke rumah. Sebelum ia turun dari mobilku, kusempatkan mencium keningnya "rupanya begini rasanya mencintai seseorang dengan tulus??? Indahnya" gumamku dalam hati.

Flashback End....

Sang Joon's POV End

***
Narasi

    Mereka pun menikmati hidangan makan siang hari ini dengan penuh kebahagiaan. Hyun Seok terus mencoba menghibur suasana hati Hyun Mun yang sedang dalam keadaan terpuruk. Sementara di tempat lain, Kyu An sedang berada di luar ruangan di mana Nyonya Lee di rawat, ia sedang berbincang serius dengan istri dari Lee Kwang Gi. Mereka sedang membicarakan beberapa rencana mereka untuk menguasai harta milik keluarga Lee. "Ahjumma, menurutmu kita harus bagaimana untuk menyingkirkan nenek tua itu?" tanya Kyu An sembari berdiri menghadap ke arah Nyonya Kwang Gi "kita harus singkirkan dia, bila perlu kita bunuh dia. Dengan begitu, pembagian harta akan semakin cepat. Tapi ingat, cara membunuhnya harus bersih. Buat seakan-akan itu adalah kecelakaan" ujarnya mengeluarkan ekspresi piciknya "mwo? aku takut untuk membunuhnya ahjumma, apa tidak sebaiknya kita menyuruh orang lain saja?" nampak guratan ketakutan di wajah Kyu An "yaks pabo! tentu saja kita menyuruh orang lain, mana mungkin aku sendiri yang harus turun tangan? Kau ini bagaimana?" pekiknya kesal "hehehe.... geureyo, aku tunggu rencanamu yang lain nde!" sahutnya tersipu "nde, kajja kita pulang! Aku sudah muak di sini" serunya segera pergi "ne nado" balas Kyu An mengikuti langkahnya di belakang.


   Tanpa disadari, pembicaraan mereka sudah terdengar oleh Nyonya Lee dari dalam. Betapa terkejutnya Nyonya Lee mendengar percakapan mereka, kini ia merasa dirinya terancam. Ada rasa takut menggelayuti pikirannya, sekaligus penyesalan mendalam karena selama ini salah mempercayai orang. Ia merasa bersalah sekali karena sejak dulu sudah terhasut oleh pikiran jahat menantunya sehingga ia harus membenci orang yang salah, yaitu Jung Eun Hwa dan anak-anaknya. Ia menangis sejadi-jadinya di kamar dingin seorang diri "paboya jeongmal paboya... kenapa aku baru tahu sekarang? Kenapa aku tak pernah peka sejak dulu? Sekarang aku harus bagaimana Tuhan? Menyesalpun tak ada gunanya" pekiknya menangis terisak-isak "rasanya aku ingin sekali bertemu denganmu Eun Hwa, ingin sekali aku memohon maaf padamu! Mianhada jeongmal mianhada atas semua kesalahanku" tambahnya diiringi tangis yang semakin mendalam "aku tahu aku tak mungkin mendapatkan jawaban darimu tapi untuk menebus semua kesalahanku aku berjanji Eun Hwa aku akan merawat anak-anakmu dan aku akan menyuruh Kwang Gi segera menceraikan yeoja iblis itu. Aku janji Eun Hwa, mianhae" lanjutnya masih terduduk lemas di lantai.

   Setelah mampu mengatasi emosinya, Nyonya Lee segera menghubungi Kwang Gi. Ia meminta Kwang Gi ke Rumah Sakit bersama Sang Joon dan Hyun Seok malam ini. Kwang Gi merasa heran dengan permintaan ibunya, ada rasa khawatir membayangi pikirannya, ia hanya khawatir ibunya akan menginjak-injak harga diri anaknya Hyun Seok namun ia tetap berusaha untuk berpikiran positif, ia pun menyetujui permintaan ibunya.

Narasi End

***

Hyun Seok's POV

   "Mworago? halmonie ingin bertemu denganku? apa appa yakin tidak salah dengar?" tanyaku begitu terkejut mendengar pernyataan appa melalui telepon "ne, aku juga tidak tahu apa tujuannya tapi aku rasa ia sungguh-sungguh ingin bertemu denganmu nanti malam. Kau siap?" sahut appa membuatku benar-benar mati penasaran "nde aku siap appa" jawabku tegas "geureyo, nanti malam kita pergi bersama ne! Appa akan menjemputmu, ya sudah appa harus kembali bekerja. Jangan lupa beritahu Sang Joon akan hal ini nde!" sahutnya "nde. Annyeong appa!" sahutku segera mematikan panggilannya. Aku masih bersama Sang Joon sore ini, tanpa basa-basi aku segera memberitahukan kabar dari appa. Ternyata sama denganku Sang Joon pun terkejut mendengar kabar tersebut "mau apa ya ia ingin bertemu denganmu?" tanya Joon kuangkat bahuku "semoga saja ada berita baik Joon!" sahutku berusaha mengatur pikiranku agar tetap positif "amin" sahut Sang Joon, Hyun Mun dan Yu Ri kompak.


   Hari begitu cepat berlalu, seusai mengantar Hyunie pulang aku segera bersiap-siap menuju Seoul kembali. Aku sibuk membersihkan diri di kamar "kau nampak sibuk? kau mau kemana lagi? apa tidak cukup seharian senang-senang?" tanya ahjussie seraya memerhatikan tingkahku yang sibuk "yaks! Siapa yang mau senang-senang? ahjussie ini tahunya hanya senang-senang saja" pekikku sembari memakai baju "lalu kau mau ke mana lagi?" tanyanya benar-benar ingin tahu rupanya "ahjussie, kau tahu??? Nyonya Lee ingin bertemu denganku malam ini. Kau mau ikut?" ucapku menatap ke arahnya, kulihat ia terkejut dengan ucapanku barusan "mau apa dia ingin bertemu denganmu?" tanyanya mengernyitkan dahi "molla, kau mau ikut tidak?" kuangkat bahuku seraya mencibir "memangnya aku diundang? sudah kau sajalah yang pergi, aku sibuk" ucapnya pergi begitu saja "yaks! ahjussie ini, sok sibuk sekali gayanya" pekikku kembali menata rambutku yang basah.

   Aku sudah rapi, tak lama berselang aku mendengar suara deruan mobil appa di depan kedai. Aku segera keluar dari kamarku dan berlari keluar "appa!!" seruku melihat appa baru saja turun dari mobil mewahnya bersama Joon "kau sudah siap?" tanyanya "nde aku siap, ahjussie aku pergi ne! Annyeong" sahutku seraya berpamitan dengan ahjussie yang tengah berdiri di depan pintu kedai "ne, hati-hati!" sahutnya melambaikan tangan "aku berangkat ne Jung hyung, annyeong" kudengar appa berpamitan dengan ahjussie "eum nde, annyeong! hati-hati ne!" balas ahjussie kulihat melempar senyumannya ke arah appa. Mobil kamipun segera melesat menuju Seoul.

   Akhirnya kami sampai di Rumah Sakit, dengan penuh rasa takut aku terus melangkah "kau nampak tegang? relaks lah! Tak usah takut, kami bersamamu!" ucap Joon diiringi senyum "ne" jawabku memaksa tersenyum "jangan takut nak! Appa akan selalu menjagamu eoh" appa ikut menghiburku, kuanggukkan kepala dan mencoba tersenyum. Semoga saja apa yang kutakutkan tidak terjadi. Appa membuka pintu kamar halmoni, jantungku semakin kencang. Kuhentikan langkahku sebelum terlanjur masuk ke dalam "Hyun!! kenapa kau masih di sana? kajja masuk! halmonie sudah menanti" seru Joon membalikkan badan. Entah kenapa rasanya kakiku seperti terpaku di depan ruangan tersebut "kajja!!!" Joon menarik tanganku, aku masih tertunduk hingga sampai di depan halmonie. "Annyeong halmonie" sapa Joon masih dapat kudengar jelas "Annyeong Sang Joon ya" balasnya ramah tapi belum mampu membuatku tenang "Hyun! Beri salam pada nenekmu nak!" seru appa membuatku mengangkat kepalaku "annyeong Nyonya Lee" sapaku membungkukkan badan "Annyeong Hyun Seok ya! Kenapa kau nampak tegang eoh?" rupanya ia menyadari sikapku malam ini "eoh?? animnida, aku... aku hanya...." aigho kenapa rasa gugupku semakin besar "tenanglah! Aku tidak akan menyakitimu, panggil aku halmonie jangan Nyonya Lee! Kau kan cucuku!" ucapnya berhasil membuatku terkejut "mwo? mworago?" tanyaku tak percaya, ia tersenyum manis ke arahku.


   "Kenapa? kau terkejut? ke sinilah! Biar kujelaskan!" sahutnya melambaikan tangannya kepadaku menyuruhku duduk di sampingnya, aku pun segera menuruti perintahnya dengan mau-malu. Ia mengelus rambutku "kau begitu tampan, sama seperti appamu ne?" sahutnya membuatku tersipu malu, sementara kulihat Joon dan appa masih menatap heran ke arahnya (halmonie) "kenapa aku baru menyadarinya sekarang ne?? kenapa aku harus membencimu? Ibumu dan kau begitu cantik dan tampan, sungguh beruntungnya aku memiliki keturunan sempurna seperti kalian" ujarnya benar-benar membuatku tak habis pikir "Hyun Seok ya! mianhae..." ucapnya membuatku menoleh menatapnya "untuk apa halmonie?" tanyaku "mianhae, atas sikapku yang selalu membencimu dan ibumu. Aku benar-benar menyesal sudah membenci kalian, selama ini aku sudah salah percaya dengan orang lain. Aku tak pernah mempercayai pilihan anakku sendiri, kini mataku terbuka. Ternyata orang yang selama ini kupercaya justru akan membahayakan diriku sendiri. Kupikir menyesalpun tak ada gunanya tetapi aku akan berusaha menerima kehadiranmu dan menyayangimu dengan tulus, akan kutebus semua kesalahanku pada ibumu dulu. Mianhada Hyun Seok ya!!!" ia memelukku dengan menyatakan semua penyesalannya. Airmataku mengalir tak kuasa menahan tangis "apa aku bermimpi?" bathinku menangis haru. Hingga saat ini tak mampu satu katapun terucap dari mulutku, hanya isak tangis yang mampu kulakukan "kau mau kan memaafkan kesalahanku pada ibumu?" tanyanya memegangi pundakku seraya menatap kedua mataku, kuanggukkan kepalaku perlahan. Ia kembali memelukku dengan erat dan hangat "ne halmonie, aku sudah memaafkanmu. Naega saranghae halmonie ya!" ucapku tulus "nado chagiya" balasnya.

   Malam ini benar-benar indah, aku bisa memeluk tubuh halmonie yang sudah lama kurindukan. Bisa berbagi kebahagian bersama halmonie, appa dan saudara kembarku adalah anugerah terindah untukku tahun ini "gomawo.. gomapseumnida Tuhan kau sudah memberikanku kebahagian yang selama ini tak pernah kurasakan" haruku dalam hati, indahnya bisa melihat senyuman orang-orang yang kusayang. "ah ne hampir aku lupa, tadi siang aku tak sengaja mendengar percakapan Kyu An dan istrimu Kwang Gi" ucap halmonie memecah keheningan sejenak "mereka bicara apa?" tanya appa mulai serius "mereka berencana membunuhku" ucapnya membuat kami terkejut "mwosun suriya?" tanya Joon dengan keras "ne, mereka ingin menguasai hartaku dan mereka berencana membunuhku untuk menyingkirkanku. Aku benar-benar takut Kwang Gi ya!!" ujar halmonie bisa kulihat ekspresi cemasnya "tenang eomma, kami akan selalu bersamamu! Kau tak perlu takut ne!" ujar appa merangkul pundak halmonie "ne halmonie, kami tak akan membiarkan siapapun melukaimu" ujarku dan Sang Joon seraya memegangi tangannya. Kulihat ia mulai tenang dan tersenyum ke arah kami.

Hyun Seok's POV End

***

Narasi  

   Waktu berjalan begitu cepat, tiga hari ini Hyun Mun menanti keputusan juri selanjutnya. Hari ini ada Re-show untuk mengumumkan apakah karya Hyun Mun layak atau tidak untuk dijadikan pemenang. Hyun Mun datang ke hotel ditemani Hyun Seok, Yu Ri dan Sang Joon, ditambah kehadiran halmonie dan appa Hyun Seok membuat hari ini terasa lebih lengkap. Angannya membumbung tinggi, hari ini ia yakin seratus persen karyanya murni tanpa meniru milik siapapun. Para Juri segera berkumpul di atas panggung termasuk Kyu An yang tergabung di dalamnya, ia tersenyum sinis ke arah Hyun Mun yang masih terduduk di barisan para finalis. "Baiklah, kami di sini hadir untuk memverifikasi kesalahan tiga hari yang lalu, kami harap tak ada lagi kesalahpahaman pada penilaian kami kali ini" ujar seorang MC memulai pertunjukkan "setelah tertunda tiga hari, para juri dari pihak majalah kami sudah menyelidiki kemurnian karya Han Hyun Mun ssie. Kami pastikan bahwa hasil penyelidikan kami sudah tak ada kesalahan, jadi apapun keputusan juri dimohon untuk tidak ada yang mengganggu gugat. Apakah kalian semua siap mendengar hasil penyelidikan kami?" tambahnya diiyakan oleh para finalis yang hadir.


   "Baiklah, setelah kami selidiki ternyata hasilnya adalah sah milik Han Hyun Mun ssie jadi pemenangnya...." ucap salah satu juri membuat Kyu An dan yang lainnya terkejut "kenapa bisa begitu? bukankah karyanya jelas-jelas sudah ada di majalah orang lain?" bela Kyu An terlihat kecewa "begini Kyu An ssie, biar kami jelaskan! Mohon untuk bersabar!" seru juri bertubuh tinggi semampai itu mencoba memberi pengertian pada Kyu An "lihat tanggal berapa majalah ini terbit!" serunya seraya menunjukkan majalah terkait "15 Januari 2013, wae?" sahut Kyu An "tanggal 15 Januari majalah ini terbit, sementara hasil desain Han Hyun Mun ssie sudah dikumpulkan sejak tanggal 10 Januari 2013. Berdasarkan tanggal terbitan yang lebih awal jelas sekali karya Han Hyun Mun ssie sudah lebih awal dibuat, maka dari itu kami pastikan karyanya adalah murni buatannya. Jika ada kemiripan dengan desain dari majalah lain maka dari itu kami nyatakan hanya sebuah kebetulan. Arasseo Kyu An ssie?" ujarnya benar-benar mendapatkan sambutan hangat dari para finalis dan juri lainnya "yakss!! paborasseo, aku gagal menjatuhkan yeoja ini" pekiknya kesal "kepada Han Hyun Mun ssie kami persilahkan naik ke atas panggung untuk menerima semua hadiah dari kami!" seru MC segera dikerjakan oleh Hyun Mun.

 Senyum kemenangan terpampang jelas di wajahnya "chukhae hamnida Hyunie chagi" ucap Hyun Seok memeluk Hyun Mun sebelum ia naik ke atas panggung "gomawo chagi, aku naik dulu ne" ujarnya segera naik ke atas panggung "chukhae hamnida Han Hyun Mun ssie! Berikut adalah hadiah yang bisa kau bawa pulang berupa tropi penghargaan, sertifikat juara 1, kontrak kerja dan kontrak magang di Hotel Seoul dan Majalah Fashion Holic selama satu tahun. Ada juga hadiah tambahan berupa uang sebesar 50 juta Won yang bisa kau bawa pulang. Sekali lagi kami ucapkan chukhae hamnida Han Hyun Mun ssie!!!" ujar MC diakhiri tepuk tangan meriah dari para penonton dan finalis lainnya. Kyu An benar-benar kesal dibuatnya, ia segera turun dari panggung dengan amarah tinggi sementara Hyun Mun menangis haru atas keberhasilannya.

Narasi End ...

***

Kyu An's POV
 
   Yaks.. jeongmal paboya, kenapa aku tak melihat tanggal penerbitannya dahulu? jeongmal paborasseo!!! Aku benar-benar muak dengan keputusan para juri pabo itu. Benar-benar mengecewakan, aku segera pergi dari kerumunan orang-orang tersebut. "Kyu An ya!!" seru seseorang menghentikan langkahku "oppa?" kulihat Kyuhyun mengejarku "sabar ne!! Mungkin kita harus pakai cara lain untuk menyingkirkan mereka satu persatu" ujarnya begitu sampai di hadapanku "mwo? kau punya ide?" tanyaku, kulihat ia nampak sedang memikirkan sesuatu "aku kan sudah bilang, satu-satunya cara untuk menyingkirkan kerikil di jalan suksesmu adalah dengan cara membinasakan mereka satu persatu. Kenapa kau masih menggunakan cara murahan seperti itu?" ucap seseorang membuat kami menoleh ke arahnya "ahjumma???" aku terkejut dengan kehadirannya "wae? kau lupa kau sedang bekerja sama dengan siapa?" tanyanya berkacak pinggang "mianhae, aku hanya ingin menyingkirkan yeoja itu saja ahjumma tapi ternyata aku gagal" ujarku lemas "kau belum gagal Kyu An ya, hari ini aku sudah siapkan rencana kita sematang mungkin. Aku yakin caraku tak akan gagal untuk singkirkan nenek tua itu hari ini" ujarnya membuatku dan Kyuhyun mengernyitkan dahi.

Kyu An's POV End

***

Hyun Seok's POV

   Seusai menemani Hyunie, aku dan yang lainnya berencana akan makan siang di sebuah restoran di dekat Hotel tepat di seberang jalan. Tentu saja halmonieku ikut, dia sudah sehat sekarang. Senangnya bisa berkumpul kembali dengan keluargaku, ah Jung ahjussiepun ikut menemani Hyunie. Kami semua turun dari mobil, dan berencana menyebrang menuju restoran. Ah kenapa restoran ini menyediakan parkiran terpisah, ini sungguh merepotkan. Kasian halmonieku kan jadinya, yang lain sudah menyebrang terlebih dahulu dia harus berjalan di belakang mereka. Aku sendiri tak bisa menemaninya karena tali sepatuku mendadak terlepas dari ikatannya, yaks menyebalkan.


  Selesai sudah kuikat kedua tali sepatuku, kutegakkan kembali tubuhku dan melangkah ingin menghampiri halmoniku yang hampir berada di tengah jalan. Aku menoleh ke kanan dan ke kiri "aigho! mobil itu?????" aku tersentak melihat sebuah mobil melaju kencang menuju ke arah halmonieku berada "halmonieee!!!!" seruku membuat halmonie dan yang lainnya menoleh, aku segera berlari dan mendorong tubuh rentan halmonieku hingga tersungkur ke tepi jalan "aaaaaaaa........" ada apa denganku? rasanya tubuhku terlempar jauh, kenapa semua mendadak sunyi dan gelap.

Hyun Seok's POV End

***

Narasi

   Tubuh Hyun Seok terlempar jauh, kepalanya berlumuran darah di tengah jalan. "Hyun Seookkkk!!!!!" seru halmonie dan yang lainnya terkejut melihat tubuh Hyun Seok terlempar jauh. Mereka berlari menghampiri Hyun Seok namun Hyun Seok sudah dalam keadaan tak sadarkan diri. Mereka segera membawa Hyun Seok ke Rumah Sakit terdekat, berharap nyawa Hyun Seok dapat tertolong.

   Tangisan mereka terus mengiringi perjalanan Hyun Seok menuju Rumah Sakit. Sementara di tempat lain Kyu An, Kyuhyun dan Istri dari Kwang Gi lah yang berada dalam sebuah mobil hitam yang tadi berhasil menempas jauh tubuh Hyun Seok. "Yaks! Kenapa harus anak itu yang tertabrak?? kenapa bukan nenek tua itu? bagaimana ini ahjumma? bagaimana jika Sang Joon imitasi itu mati? aku takut ahjumma, aku tak mau berakhir di penjara!" pekik Kyu An mulai khawatir "diam kau! kau ini banyak mengeluh, tidak bisakah kau lebih tenang eoh?" sentak Nyonya Kwang Gi membuat Kyu An menangis. Kyu An dan Kyuhyun benar-benar merasa menyesal karena sudah salah sasaran, kini mereka berada dalam ketakutan. Mereka takut polisi cepat mengetahui ulah mereka. Terlebih Kyuhyun lah yang mengendarai mobil tersebut. "Jika anak itu yang mati, biar saja. Toh tujuan utama kita memang menyingkirkan mereka bukan? Jadi kenapa kalian harus takut eoh?" ujarnya licik "tapi Kyuppa, dia yang sudah menabrak Sang Joon imitasi itu. Jika polisi tahu, aku akan kehilangan Kyuhyunku ahjumma" Kyu An menangis "yaks! kau itu cengeng sekali" sahutnya. 

Narasi End

***
 Sang Joon's POV

   Dokter sedang memeriksa keadaan Hyun, kami benar-benar mencemaskannya. Aku dan yang lainnya tak henti-hentinya berdoa, halmonie dan Hyun Mun terus menangisi keadaan Hyun Seok. Aku tak sanggup melihatnya berlumuran darah, bahkan ia mengeluarkan banyak darah dari mulutnya "ya Tuhan selamatkan Hyun! Jangan kau ambil dia sekarang, aku baru saja bertemu dengannya. Aku tak mau berpisah dengannya secepat ini Tuhan!" doaku membathin. Kami terus menunggu proses jalannya operasi dengan penuh harapan.

Sang Joon's POV End

***

Narasi

   Polisi terus menyelidiki kasus tabrak lari tersebut, mencari bukti-bukti bahkan saksi-saksi yang terdapat di TKP namun polisi belum bisa mendapat keterangan banyak dari Hyun Seok karena kondisi Hyun Seok masih kritis dan tak sadarkan diri. Hari terus berganti, kondisi Hyun Seok masih tetap sama. Polisi masih berupaya mencari pelakunya. Hingga sudah hampir dua minggu berganti, akhirnya Polisi dapat menemukan siapa pelaku dibalik kasus tabrak lari tersebut. Polisi mendapatkan informasi dari beberapa saksi di tempat kejadian yang kebetulan melihat para pelakunya bersiap-siap melakukan aksinya. Singkat cerita, Kyu An, Kyuhyun dan istri Kwang Gi telah dinyatakan sebagai tersangka atas kasus tersebut. Kyu An tak terima dengan hasil akhir yang seperti ini, ia dan Kyuhyun benar-benar menyesali perbuatannya. Mereka berjanji akan berubah setelah keluar dari penjara nanti, sementara Nyonya Kwang Gi harus menelan pil pahit karena harus diceraikan pula oleh suaminya.


   Hari berganti hari, Hyun Seok sudah mulai pulih dari masa komanya. Ia mulai bisa berkomunikasi dengan baik meski harus menjalani beberapa terapi agar kesehatannya semakin membaik. "Ayo Hyun kau pasti bisa!!" sahut Hyun Mun menyemangati Hyun Seok yang sedang menjalani fisioterapi "kajja chagi, hwaiting hwaiting!!!" sahut Hyun Mun sembari terus menanti langkah Hyun Seok yang berat sampai ke hadapannya tetapi Hyun Seok terjatuh di tengah jalan "aaahhh..." keluh Hyun Seok kesal "ireona!!!" seru Hyunie mengulurkan tangannya, Hyun Seok meraih uluran tangan halus tersebut dan mencoba bangkit kembali.

 Satu Tahun kemudian....
  
   Singkat cerita, kehidupan mereka terus berjalan semakin membaik. Hari ini Hyun Seok dan Sang Joon berencana akan melaksanakan pernikahan dengan pilihan hidupnya masing-masing. Hyun Mun dan Yu Ri nampak begitu cantik dan anggun dengan mengenakan gaun putih panjang berenda bunga, rambut Yu Ri terurai indah sementara Hyun Mun tersanggul cantik. Mereka memasuki gereja tempat di mana mereka akan segera melaksanakan pernikahannya yang sakral. Di depan pendeta, Hyun Seok dan Sang Joon sudah berdiri menanti kedatangan mereka. Mereka pun mengucap janji sakral sehidup semati di depan pendeta dan tamu undangan, acara berjalan begitu khidmat hingga sampai ke penghujung acara di malam hari. Semua tamu undangan ikut berdansa dengan pengantin.


  Hyun Seok menggandeng tubuh Hyun Mun, mengajaknya berdansa mengikuti alunan musik (backsound : Lovely day -Super Junior) begitu pula dengan Sang Joon dan Yu Ri, mereka begitu menikmati alunan musik romantis tersebut. Hyun Seok dan Sang Joon mencium bibir pasangannya secara bersamaan di tengah ramainya para tamu undangan "saranghae chagiya" ucap Hyun Seok dan Sang Joon kepada pasangannya masing-masing. Semua tamu nampak ikut berbahagia atas hari jadinya mereka.


The End....


Yeeeeehhhh Akhirnya Happy ending jUga.. Mianhae kalo thor agak maksa buat endingnya.. tapi thor harap yeorobun suka sama endingnya... Jeongmal Gomawo buat yang sudah jadi readers setia thor selama ini.... *bow
Jangan Bosen2 baca karyaku ne... Karena setelah ini thor bakal rilis ff baru dengan cast baru dan cerita yang baru... Sekali lagi thor ucapin jeongmal gomawo *terharu.... Lebay mode on.... Paipai All... annyeong.... !!! *lambaikan tangan.
 
 

24 Januari 2013

Cinderella Boy [Chapter 14] - 2 Chapter Terakhir


Title     : Cinderella Boy
Author : Han Ha Rin
Cros Posting : Facebook

Cast     :
  • Yesung As Lee Hyun Seok
  • Kim Kibum As Lee Sang Joon
  • Sulli As Han Hyun Mun
  • Krystal As Kim An Kyu
Cast Additional :
  • Kwon Sang Woo As Kang Ahjussie (True Cast of Drama Cinderella Man)
  • Kyuhyun As Cho Kyuhyun (Han Hyun Mun's Boss)
  • Sungmin As Lee Sung Min (Lee Hyun Seok's Friend)
  • Ryeowook As Kim Ryeowook (Lee Sang Joon's Friend)
  • Yu Ri As Yu Ri (Han Hyun Mun's Friend)
Rating  : G (General)
Genre   : Romance
Disclaimer : Cinderella Man (Drakor)

PLEASE DO NOT COPY

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Annyeong haseyo Chingudeul yeorobun yang setia baca ff thor..... Ah senangnya thor kembali membawakan kelanjutan dari Cinderella Boy... Omong-omong nih Cinderella Boy sudah mau berakhir lho... Selama baca Cinderella Boy dari awal Gimana nih kesan-kesannya seputar fanfic ini??? Bagus kah? Jelek kah? Kurang Puas kah???? atau ada keluhan lain??? *kyaa kayak mau berobat jadinya,,, wkwkwkwk... *author mulai gaje
Well thor harap sih kesannya semua menyenangkan ya.... Mulai dari Cast yang thor sediakan sampai jalan cerita yang thor jabarkan,,, semoga semua itu bisa memuaskan kalian... Thor selalu berusaha untuk selalu memuaskan kalian kok chagiya.. *cielah thor bahasanya lebay banget dah.... Ah yesungdahlah daripada dengerin eh baca omongan author yang makin ga jelas lebih baik langsung ajah deh ke TeKaPe...!! Eits!!! Changkaman! Sebelum menuju TeKaPe patuhi dulu peraturan yang seperti biasa... !!
1. Biasakan LIKEnya sebelum membaca
2. KOMEN diwajibkan setelah usai membaca (komen boleh berisi komentar, kritikan atau saran tapi NO BASH and NO SARA ya Komentarnya)
  3. Keep Original... No Plagiarisme... COPAS = DOSA
 4. Gamsahamnida buat yang sudah Mematuhi rulesnya author *Bow
5. Kajja Kita mulai membaca^^ (Happy reading)
Sudah Dilaksanakan Peraturannya????? Kalo sudah silahkan dilanjutkan menuju TeKaPe!!! ^^
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

RECAP CHAPTER 13
  Masih kupegangi kedua tangannya yang terkulai lemah, dapat kudengar alat medis yang mampu memberitahuku keadaan jantung halmoni. Berkali-kali kuciumi tangannya "halmoniya naega bogosipeosseo! Ppaili Hwebok haseyo naega halmoniya (Aku merindukanmu nek! Semoga kau cepat sembuh nenekku)" sekali lagi kukecup keningnya sebelum aku meninggalkannya. Aku pun berniat pulang, bangkit dari tempat dudukku dan segera membalikkan badan "halmoni aku pulang ne!" sahutku sebelum membalikkan badan. Aku segera membalikkan badan dan berniat keluar dari ruangan ini Kreeekkkk.... Kudengar ada seseorang hendak membuka pintu, mataku terbelalak melihat sosok tersebut.......


RECAP CHAPTER 13 END

***
CHAPTER 14

Hyun Seok's POV

  "Kau mau apa kesini?" tanya Kyu An kini berhadapan denganku "rupanya dia sudah mengenaliku sekarang" gumamku dalam hati "hey! apa kau tuli? Mau apa kau ke sini pabo?" sahutnya membuyarkan lamunanku "aku hanya ingin menengok keadaan halmoniku, apa itu tidak boleh?" jawabku berusaha melawannya "mworago? halmonimu? heu... berani sekali kau menganggapnya sebagai halmonimu? kau tahu tidak? kau itu tidak pernah diinginkan olehnya, kau dan ibumu itu hanya benalu untuk keluarga Sang Joon... Apa kau tidak paham juga?" ucapannya benar-benar melatih amarahku untuk lebih bisa bersabar, namun aku paling tidak terima jika ada yang menghina ibuku. Kukepalkan tanganku kuat-kuat, rasanya ingin sekali kupukul wajahnya "tahan Hyun!!" gumamku mencoba bersabar "aku tahu aku dan ibuku memang tak pernah diinginkan kehadirannya tapi bagaimanapun itu kau tidak ada urusan denganku, permisi Nona Kyu!!!" sahutku segera berjalan dan menyenggol tubuhnya "kurang ajar kau!" aku dengar Kyu An berteriak kesal padaku namun aku terus melangkah tanpa menghiraukan ucapannya.


 Sebelum pulang ke Busan, aku ingin sekali bertemu dengan Sang Joon "kurasa ia pasti ada di hotel saat ini, tak ada salahnya bukan jika aku pergi ke sana untuk menemuinya?" gumamku sembari melangkah menuju halte bus terdekat. Aku pun segera naik ke dalam bus ketika bus itu terhenti di depanku, aku mencari tempat duduk yang nyaman di belakang. Setelah mendapatkan tempat yang nyaman, aku segera memasang earphone putihku di telinga. Kudengarkan setiap alunan nada indah yang berhasil diciptakan oleh Super Junior. Kunikmati setiap aransemen musiknya sembari kupejamkan mataku, ah indahnya jika kubisa menikmati alunan musik ini di saat suasana hatiku memburuk.

  Tak lama kemudian bus ini sudah membawaku ke halte terdekat dengan Hotel Seoul, aku segera keluar dari dalam bus. Aku berjalan menyisiri trotoar jalan menuju Hotel Seoul, sembari tetap mendengarkan lagu-lagu Super Junior kesukaanku aku memerhatikan kendaraan yang lalu lalang di jam makan siang ini. "Jika aku ke hotel, orang-orang di sana pasti akan terkejut dan itu akan jadi masalah baru. Apa sebaiknya aku mengajak Joon makan di luar saja??" pikirku menghentikan langkahku di salah satu bangku taman. Aku segera mengambil ponselku dari dalam saku dan berusaha menghubungi Sang Joon sebelumnya "yoboseyo!" sapanya dari balik ponsel dapat kudengar "Joon! Aku di Seoul, aku tak jauh dari hotel. Aku mau pulang tapi aku ingin bertemu denganmu sebentar, apa kau bisa menemuiku di taman belakang hotelmu? sekarang?" ujarku sembari mengayunkan kedua kakiku "nde mullon, kau tunggu sebentar! Jangan kemana-mana, aku segera ke sana! nde?" ujarnya antusias "nde! ppaili wasseo!" seruku sebelum menyudahi panggilan "ne" jawabnya singkat.

 Hyun Seok's POV End

***

Sang Joon's POV

  Setelah mendapatkan telepon dari Hyun aku segera menyelesaikan urusanku di kantor dengan ahjussie "kau mau kemana? kenapa begitu terburu-buru?" tanya ahjussie sembari menyusun beberapa berkas di mejaku "aku mau menemui Hyun, dia menungguku di taman belakang hotel" jawabku sembari mengenakan jasku "dia ada di sini? sedang apa dia di Seoul?" tanya ahjussie nampak heran "mungkin dia habis menjenguk halmonie. Ahjussie aku tinggal sebentar ne! Jaebal selesaikan pekerjaanku, gomawo" sahutku segera pergi meninggalkannya.

  Sesampainya di taman, aku menoleh ke segala arah mencari sosoknya. Yups! Aku berhasil menemukannya, kulihat ia sedang menikmati sepotong es krim di salah satu bangku taman. Tak sabar, aku segera berlari menghampirinya "Hyun!!" seruku berdiri di samping tak jauh darinya, ia menoleh ke arahku "Joon! Kajja kemari!" serunya kuanggukkan. Aku duduk berdampingan dengannya, kuperhatikan cara ia melumat es krim ikan tersebut. Hehehehe ia nampak menggemaskan, tak kusangka wajahnya sepolos anak kecil ketika menikmati sepotong es krim itu "wae? kenapa kau memerhatikanku seperti itu? kau ingin es krim ini?" sahutnya sepertinya mulai menyadari sedang kuperhatikan tingkahnya, aku hanya terkekeh melihat tingkah polosnya "ani, gomawo! kau habisi saja sendiri es krimnya! Aku bukan anak kecil yang hobi menikmati es krim, apa lagi bentuk es krimnya imut seperti itu? Itu bisa merusak imejku" ejekku seraya mencibir "yaaakkss!! memangnya anak kecil saja yang boleh menikmati es krim? kau tahu, sejak kecil ada yang mengajariku bagaimana caranya menenangkan pikiranku yang sedang kacau. Dia bilang jika aku dalam masalah lalu menikmati es krim ini pasti masalahnya akan terlupakan, dan setidaknya ada perasaan tenang yang mendinginkan pikiranku. Maka dari itu aku jadi suka es krim, acap kali ada masalah aku pasti pergi ke taman bersamanya dan membeli banyak es krim untuk kuhabiskan sampai pikiranku ikut membeku" ujarnya tak terima dengan ucapanku "hehehe.. memangnya siapa yang mengajarimu begitu?" aku masih terkekeh mendengar ucapannya tadi "Hyun  Mun" sahutnya sembari melahap potongan terakhir es krim tersebut "Hyun Mun? apa dia sedekat itu dengan Hyun Mun?" batinku tersentak mendengar ucapannya "apa hubunganmu sangat dekat dengannya?" tanyaku menatapnya "eum.. dekat sekali, aku dan dia tumbuh besar bersama. Banyak menghabiskan sisa waktu bersama, menikmati es krim, bermain di pantai, bernyanyi bersama, bersepeda setiap pulang dan pergi sekolah dan lain-lain" paparnya membuatku terdiam.


  "Lalu bagaimana perasaanmu padanya? Sekedar teman? Sahabat? atau....." tanyaku membuatnya diam sejenak "Joon, sudah lama aku menyukainya" sahutnya membuatku terkejut, kenapa aku harus menyukai yeoja yang sama dengannya? aku tak mungkin mengambil miliknya. Sejak lahir aku sudah mendapatkan apa yang kumau sedangkan Hyun? Aku tak mungkin harus mengambil barang berharga miliknya "kau menyukainya? lalu apa kau sudah menyatakan perasaanmu padanya?" tanyaku berusaha menutupi perasaanku yang terluka "nde, aku sudah menyatakan perasaanku bahkan aku sudah menjadi namjachingunya.." jawabnya kembali berhasil membuatku terkejut "Joon! Apa kau masih menyukai Hyunieku?" tanyanya membuatku bingung harus menjawab apa "mianhada aku sempat menyukai yeojamu tapi sudahlah lupakan... aku tak mungkin mengambil milikmu! Kau masih ingin di sini?" jawabku berusaha alihkan topik pembicaraan "gomawo, apa kau mau kukenalkan yeoja yeoppo?" ujarnya membuatku menatap heran ke arahnya "mwosun suriya?" tanyaku mengernyitkan dahiku "aku tahu kau butuh pendamping hidup dan aku tahu itu bukan Kyu An tentunya, jadi aku akan membantumu mencari yeoja yeoppo dan baik-baik untukmu. eotthae?" yaks ada apa dengan anak ini?... "memangnya ada?" tanyaku ragu "eum nde ada, nanti akan kukenalkan padamu."sahutnya menyenggol tubuhku sembari melempar senyumannya. Kubalas senyumannya "gomawo, apa kau mau makan siang denganku?" tawarku "nde, aku lapar! Kau tahu saja apa yang kubutuhkan? hehehe" jawabnya antusias "nde, kajja kita cari tempat makan yang enak. Akan kutraktir kau sepuasnya hari ini, eotthae?" sahutku berdiri menarik tangannya "eum setuju" jawabnya lalu kami segera pergi mencari tempat makan bersama.

  Ada yang berbeda kali ini, kebetulan aku tak membawa mobilku jadi Hyun mengajakku naik bus untuk sekedar mencari restoran yang tepat "begini kah rasanya jadi rakyat biasa?" tanyaku pada Hyun setelah mendapatkan satu tempat duduk yang cocok "ne, eotthae? kau tak suka?" tanyanya kugelengkan "aku suka, sudah lama aku ingin berkeliling kota menggunakan fasilitas umum tapi baru kali ini terwujud. Kau tahu? menjadi orang kaya juga terkadang membosankan, aku ingin sekali mencoba kehidupan yang sederhana seperti ini" ujarku tersenyum lebar "ah jinjja? kau ini sudah bisa hidup enak malah ingin susah, sementara aku sudah bosan menjadi orang miskin, aku ingin sekali menikmati hidup mewah sepertimu. hehehe... rupanya kita sudah bosan dengan kehidupan kita biasanya ne?" ujarnya membuatku ikut terkekeh "ne, gomawo" ucapku membuatnya menghentikan tawanya "untuk apa?" tanyanya heran "karena kau mengajariku bagaimana cara hidup sederhana, karena kau aku jadi mengerti bagaimana caranya menyayangi keluarga, karena kau kini aku jadi mudah tersenyum. Gomapseumnida Hyun Seok ya" ujarku mulai serius padanya "ah kau ini, aku tak pernah mengajarimu begitu, jadi tak perlu berterima kasih padaku" ujarnya benar-benar rendah hati. Tanpa banyak kata, aku hanya melempar senyuman tulusku padanya.

Sang Joon's POV End

***
Kyu An's POV

  Ahjumma menyuruhku menjenguk nenek tua ini, benar-benar menyebalkan. Aku tambah kesal melihat sosok yang tadi kutemui di dalam ruangan nenek tua ini, Hyun Seok si Sang Joon imitasi itu benar-benar membuat moodku berubah seketika. Mau apa dia di sini? Apa dia punya rencana lain? Apa ia sebenarnya ingin menguasai harta milik Sang Joon? yaaksss!! Orang miskin itu pasti ambisinya lebih besar dariku, paborasseo. Aku dan ahjumma harus bisa menyingkirkan namja itu termasuk Hyun Mun yeoja yang berhasil mendekati Sang Joonku. Kenapa sainganku begitu banyak? Jika begitu, seharusnya aku Kyuppa dan ahjumma harus bertindak lebih cepat dari mereka jika tidak mungkin aku tak akan kebagian apa-apa. Bila perlu, aku juga harus bisa menyingkirkan ahjumma. Enak saja ia mau membagi harta Sang Joon untuk dirinya? selama ini aku usaha sendiri tanpa bantuannya lalu hasilnya mau dibagi dua? Tidak bisa.

  Seusai dari rumah sakit, aku kembali ke hotel. Hari ini aku harus memeriksa desain yang sudah dikumpulkan oleh juri lainnya. Kulangkahkan kakiku menuju ruang meeting, sesampainya di sana aku sudah melihat tiga juri lainnya sedang sibuk membulak-balikkan kertas desain yang sudah sebagian terkumpul "mana bagianku? ah ne aku minta desain atas nama Han Hyun Mun nde!" sahutku sembari menarik sebuah kursi untuk kududuki "ini bagianmu, di dalamnya sudah ada desain Han Hyun Mun" salah satu juri yeoja menyerahkan setumpukan kertas berisi desain beberapa peserta "gomawo" sahutku segera kucari hasil desain yeoja itu. Setelah kubuka lima lembar desain akhirnya aku menemukan desain atas nama Han Hyun Mun "yups!  I got it" sahutku tersenyum picik.

   
  "Yaaakss kenapa baju yang ia ciptakan begitu bagus???? Jika begini, sudah pasti dia bisa memenangkan kontes ini? Bagaimana caranya agar ia bisa tersingkir dari kompetisi ini? paborasseo" pekikku kesal melihat karyanya yang mengagumkan. Baju yang ia desain sangat sederhana, modis dan sesuai dengan  temanya 'Casual and Chick'. Aku harus lakukan sesuatu untuk membuatnya tersingkir, tapi apa. Besok hasil kompetisi akan diumumkan, itu artinya aku harus bisa mencari alasan malam ini. Aku harus singkirkan yeoja itu dari kompetisi ini, aku tak ingin yeoja itu bisa bekerja sama di hotel ini.

  Aku memutar otakku mencari cara agar satu musuhku tersingkir besok. Sepertinya malam ini aku harus bekerja keras "desain-desain ini aku bawa ke ruanganku, jika kalian membutuhkannya ambil saja di meja kerjaku nde!" seruku seraya berdiri hendak keluar dari ruang meeting "nde Nona" sahut mereka segera kutinggalkan.

Kyu An's POV End

***

Hyun Mun's POV

  Setelah menyerahkan desain baju karyaku aku kembali ke butik untuk bekerja, harapanku memuncak di dada. Rasanya aku ingin sekali memenangkan kompetisi itu, aku ingin bisa bekerja sama dengan majalah terkait dan bisa magang di Hotel Seoul sebagai desain pakaian seragam karyawan. Bukankah impianku begitu besar?. Sesampainya di butik aku segera memegang kembali pekerjaanku, kulipat beberapa baju yang sudah berantakan karena ulah konsumen "ah konsumen ini benar-benar menyusahkan? apa mereka tidak tahu melipat itu melelahkan? apa mereka tidak bisa menghargai pekerjaan kami?" pekikku sembari melipat baju. Tiba-tiba ponselku berdering tanda panggilan masuk, kulihat layar ponselku bertuliskan nama Seoki dengan sigap segera kujawab panggilannya "yoboseyo" sapaku mengawali perbincangan "yoboseyo Hyunie chagi, kau sudah makan siang?" tanya Seoki terdengar sambil mengunyah sesuatu "nde aku sudah makan, kau sendiri?" tanyaku sembari melipat pakaian "aku sedang makan siang dengan Joon, Hyunie kau di Busan?" tanyanya kuiyakan "wae?" tanyaku kini "apa kau masih suka bertemu dengan Yu Ri?" kenapa dia menanyakan Yu Ri ada apa dengannya "nde, setiap pulang kerja kusempatkan bertemu dengannya. Waeyo chagiya?" sahutku kini sudah usai melipat baju dan berjalan menuju salah satu bangku disudut ruang "aku ingin bertemu dengannya" jawabnya kenapa membuat hatiku terasa sakit "ah ne, kapan kau ingin bertemu dengannya?" tanyaku berusaha berpikir positif "nanti malam aku ingin bertemu dengannya di kedai kopinya, tapi aku ingin ditemani olehmu. Boleh?" ujarnya kuanggukkan "nde mullon, ah selamat makan nde! Aku masih ada pekerjaan, nanti kuhubungi lagi! kau hati-hati di jalan nde! annyeong chagiya" sahutku "ne chagiya annyeong" balasnya.


  Aku masih penasaran dengan Hyun Seok yang secara tiba-tiba menanyakan kabar Yu Ri, ada apa dengannya? Semoga saja pikiran negatifku tidak berbuah apa-apa. Kucoba menghubungi Yu Ri untuk memberitahunya bahwa nanti malam kami ingin bertemu dengannya, semoga saja pertemuan kami tak mengganggu pekerjaannya "yoboseyo! ne Hyunie ya, annyeong haseyo" sapanya ramah seperti biasa "Yoboseyo Yu Ri ya annyeong! kau sedang sibuk?" balasku sembari duduk di samping meja kasir "ne sedikit, hari ini pelanggan tidak terlalu banyak waeyo Hyunie ya?" ujarnya "ah animnida, nanti malam aku dan Hyun Seok ingin bertemu denganmu di kedaimu. Apa kami tak mengganggumu?" tanyaku "tentu saja tidak, mainlah kapanpun kalian mau! Aku selalu menyambut kedatangan kalian kapanpun itu, kita kan sudah lama tidak berkumpul ne?" ujarnya membuat kutersenyum "ah ne kita sudah lama tidak berkumpul, baiklah nanti malam kau tunggu kedatangan kami ne chagiya!" sahutku "ne chagiya!" balasnya "ya sudah sekarang kembalilah bekerja, annyeong chagiya" sahutku hendak mengakhiri percakapan singkat kami "annyeong chagiya" balasnya. 

Hyun Mun's POV End

***

Narasi

  Setelah menemui Sang Joon, Hyun Seok segera kembali ke Busan. Sore itu Hyun Seok tak langsung kembali ke rumahnya melainkan menemui Hyun Mun di butik. Ia menceritakan pertemuannya dengan Sang Joon tadi siang, tak lupa ia pun menceritakan tujuannya ingin bertemu dengan Yu Ri sahabat Hyun Mun "jadi maksudmu kau ingin menjodohkan Yu Ri dengan Sang Joon? Bukankah Sang Joon sudah bertunangan dengan Kyu An?" tanya Hyun Mun yang sedang menikmati sepotong es krim di taman tak jauh dari butik "bukan menjodohkan... aku hanya ingin mengenalkannya saja! kau tahu? dia tidak pernah menyukai Kyu An. dia tahu betul bagaimana Kyu An sebenarnya, Kyu An tak pernah tulus mencintainya dan Kyu An hanya ingin menguasai harta miliknya" ujar Hyun Seok menatap ke arah Hyun Mun "jinjjayo?? aku tak menyangka yeoja secantik dia punya attitude seburuk itu? Bagaimana Sang Joon tahu niat busuk Kyu An?" tanya Hyun Mun nampak terkejut dengan pernyataan Hyun Seok "Sang Joon pernah satu kampus dengannya, sebelum dijodohkan Sang Joon sudah tahu sifat Kyu An yang matrealistis. Ketika mereka sudah bertunangan, dia tak sengaja mendengar pembicaraan Kyu An dengan Ibu tirinya di kamar Ibunya. Mereka membicarakan misi mereka, yaitu menguasai semua harta milik keluarga Lee, maka dari itu Joon tak pernah menyukai Ibu tirinya dan Kyu An" papar Hyun Seok benar-benar mengejutkan Hyun Mun "aigho!!! Mereka berbahaya ne? tetapi kenapa ayahmu masih mempertahankan istrinya itu? apa ayahmu tak pernah tahu niat busuk istrinya?" Hyun Seok mengangkat bahunya tanda tak tahu.

  Singkat cerita, hari tengah berganti menjadi malam. Hyun Mun sudah pulang dari butik lebih awal, Hyun Seok dan Sang Joon sudah menunggunya di depan rumahnya "ah mianhae aku sudah membuat kalian menunggu lama" sahut Hyun Mun membungkukkan badannya "gwenchanayo chagiya, kajja kita berangkat sekarang!" sahut Hyun Seok sembari tersenyum "ne kajja!" balas Hyun Mun tersenyum ke arah keduanya. Hyun Mun dan Hyun Seok segera masuk ke dalam mobil Sang Joon dan segera bergegas menuju kedai kopi Yu Ri yang letaknya diujung jalan sana.

  Tak lama kemudian mereka sudah sampai di depan kedai kopi Yu Ri, Sang Joon menatap penuh heran kedai tersebut "sepertinya aku pernah ke sini sebelumnya? kapan ya?" tanya Sang Joon sembari memerhatikan kedai tersebut "ne, kau ingat pertama kali kita bertemu?" sahut Hyun Seok merangkul bahu Sang Joon "ne, ah ne kita bertemu pertama kali di sini nde? apa jangan-jangan yeoja yang melayaniku yang ingin kalian kenalkan padaku?" ujar Sang Joon menyipitkan kedua matanya menatap Hyun Seok dan Hyun Mun namun Hyun Mun dan Hyun Seok hanya tersenyum.

Narasi End

***

Sang Joon's POV

  Aku dan 2 Hyun segera memasuki kedai itu, ah aku sudah lupa bagaimana wajah yeoja itu tapi memang seingatku yeoja itu memang manis dan ramah. Sesampainya di dalam Hyun Seok segera menarikku menuju kasir "annyeong Yu Ri ya!" sapa Hyun ceria "annyeong Hyun Seok! Annyeong Hyun Mun!!" balasnya tersenyum ke arah Hyun Seok dan Hyun Mun namun menatap heran ke arahku "Yu Ri ya, kau sibuk?" tanya Hyun Mun tersenyum ke arahnya "animnida, kau mau pesan apa?" tanya Yu Ri jika aku tak salah menyebut namanya "seperti biasa aku pesan es mocacino, Hyun Seok - Sang Joon kalian pesan apa?" tanya Hyun Mun menatap ke arah ku yang sedang dirangkul Hyun "capucino" jawabku dan Hyun kompak "wuah pesanan kalian sama? kalian memang benar-benar kembar rupanya, kini aku percaya kalian kembar" ejek Hyun Mun membuat aku dan Hyun tersipu malu "ya sudah kalian tunggu di sana, biar nanti aku dan Yu Ri yang bawakan pesanan kalian ne!" seru Hyun Mun kami anggukkan. Sebelum meninggalkan mereka, aku sempat melempar senyuman ke arah Yu Ri dan ternyata ia membalas senyumanku "aigho! kenapa jantungku berdebar begitu cepat melihatnya tersenyum? apa jantungku belum sehat juga?" gumamku heran seraya mengikuti langkah Hyun.

  Aku dan Hyun pun duduk di salah satu meja dekat jendela sembari menunggu pesanan datang "Hyun! Kau mau memperkenalkan aku dengan yeoja itu?" tanyaku berusaha mencari tahu "nde, dia cantik kan? bahkan dia lebih cantik dari Kyu An ne?" jawabnya selalu dengan ekspresi cerianya "nde" jawabku tersipu, kenapa denganku "aigho wajahmu memerah seperti kepiting rebus, aaahhh aku tahu kau menyukainya kaannn?????" ejeknya membuatku semakin tersipu "yaakss!! berhentilah mengejekku! aku baru saja bertemu dengannya mana mungkin aku menyukainya!" belaku menepis tangannya yang sedang menunjuk-nunjuk ke arahku "yaks! masih berani mengelak lagi! jelas sekali ekspresimu tadi, kau menyukainya sejak pandangan pertama. Dia cantik dan ramah, senyumnya begitu manis mana mungkin kau bisa menolaknya. Sudahlah tak perlu berbohong padaku!" sahut Hyun ada benarnya, aku jadi tak mampu menjawab ejekannya.


   "Sudahlah hentikan! Kau ini hobi sekali mengejekku eoh?" rengekku kesal "hahahaha" tawanya memecah suasana "kyaaa kalian asik sekali mengobrolnya?? kami dilupakan?" tiba-tiba Hyun Mun datang dengan Yu Ri membawa beberapa minuman pesanan kami "ini untukmu chagiya" kulihat Hyun Mun memberikan segelas es capucino ke arah Hyun "gomawo chagiya" sahut Hyun tersenyum "yaakksss pemandangan yang menyebalkan" pekikku dalam hati "ini untukmu Sang Joon ssie" ujar Yu Ri meletakkan segelas es capucino di depanku "ah ne gomawo" sahutku mendadak gugup "ada apa denganku? kenapa aku gugup dengannya?" tanyaku dalam hati "Yu Ri ya kau belum berkenalan secara langsung kan dengan Sang Joon? kajja jabatlah tangannya! Joon cepat kau berikan tanganmu padanya!" seru Hyun membuatku semakin gugup, kuulurkan tanganku "naneun Lee Sang Joon imnida, bangapseumnida" sahutku memperkenalkan diri "ne bangapseumnida, naneun Kwon Yu Ri imnida" balasnya menjabat tanganku, kami tersenyum menatap saling tersipu "cieeee........ ehm!! ehm!!! sudahlah lepaskan tanganku" bisik Hyun menyindir kami. Merasa tersindir aku pun segera menarik tanganku dan kami kembali tersipu "silahkan duduk Sang Joon ssie!" serunya tersipu "panggil aku Sang Joon tak perlu pakai ssie! itu terdengar sangat kaku" sahutku sebelum duduk "ah ne Sang Joon ssie ah mian maksudku Sang Joon ya" sahutnya membuatku sedikit terkekeh "ternyata ia begitu manis saat tersipu" bathinku "nah begitu terdengar lebih akrab bukan?" tanyaku dianggukkan olehnya "cieee Yu Ri ya kau tersipu? wajahmu seperti badut.. hehehee" ejek Hyun Mun "yaakss kau ini!" kulihat Yu Ri menyenggol tangan Hyun Mun yang duduk di sampingnya. Malam ini aku benar-benar senang bisa berbincang banyak, tertawa bersama dan bersenda gurau dengan Hyun Seok, Hyun Mun dan Yu Ri. Mereka semua benar-benar membuatku menemukan kebahagianku yang sudah lama tak kujumpai. Aku dan Yu Ri juga sudah mulai lebih akrab dan tidak kaku setelah berbincang tiga jam lamanya. Tak terasa kedai kopinya segera ditutup, aku dan yang lainnya hendak memutuskan untuk pulang. Hyun Seok menyuruhku untuk mengantar Yu Ri hingga ke rumahnya sementara ia pulang dengan Hyun Mun. 

Sang Joon's POV End

***

Yu Ri's POV

   Sepulang kerja, Sang Joon mengantarku sampai rumah "aigho kenapa jantungku terus berdegup kencang ketika ia menatapku?" bathinku kini duduk bersampingan dengan namja itu di dalam mobil mewahnya "apa rumahmu jauh dari sini?" tanyanya membuyarkan lamunanku "ah animnida, rumahku tidak jauh dari sini kok" jawabku masih belum berani menatapnya, kenapa aku begitu malu menatap kedua matanya "oh begitu? apa kau selalu pulang sendiri setiap malam?" tanyanya lagi masih serius menatap ke depan "nde" sahutku singkat memaksa tersenyum "apa kau tidak takut pulang sendiri setiap malam? kau kan yeoja, tidak baik sendirian di malam hari" ujarnya membuatku mengerlingkan mata "ah aniya, aku sudah terbiasa. Untuk apa aku takut? Aku yakin Tuhan selalu bersamaku jadi aku tak perlu takut" jawabku membuatnya menoleh ke arahku, segera kulempar senyumanku ke arahnya "kau benar juga" sahutnya membalas senyumanku lalu kembali fokus menyetir.


  Mobilnya terhenti di depan pekarangan rumahku, sebelum keluar dari mobilnya aku segera berpamitan dengannya "gomapseumnida atas tumpangannya Sang Joon ya! Aku jadi merepotkanmu" ujarku menundukkan kepalaku "ah ne cheonmaneyo, aku sama sekali tak merasa direpotkan jadi tak perlu sungkan!" ujarnya kembali tersenyum "aigho! Senyumannya benar-benar membuatku tak berdaya" bathinku tak sanggup melihat daya tarik senyumnya "ada apa denganku? pabo!" pekikku "ne" sahutku singkat dan kembali memulas senyum "lain kali kita ketemu lagi ne!! Jika aku tak menganggu, boleh aku menghubungimu via ponsel?" ucapnya membuatku terkejut "mworago?" tanyaku terkejut "aku boleh kan menghubungimu kapanpun?" sahutnya tersenyum aegyo "ah ne boleh" jawabku tersenyum lebar "gomawo" sahutnya tersipu "ne cheonma" balasku "ya sudah, aku pulang ne! Gomawo, annyeonghi jumuseyo Sang Joon ya" aku pun bersiap turun dari mobilnya "ne annyeonghi jumuseyo Yu Ri ya" balasnya kembali tersenyum. Aku pun melangkah keluar dari dalam mobilnya, sesampainya di luar segera kulambaikan tanganku "bye" sahutku "bye" balasnya segera menancap gas mobilnya.

Yu Ri's POV End

***

Narasi

   Sang Joon pulang dengan penuh rasa bahagia, nampaknya ia mulai bisa melupakan perasaannya pada Hyun Mun tanpa harus diketahui Hyun Mun terlebih dahulu dan nampaknya rencana Hyun Seok menjodohkannya dengan Yu Ri hampir berhasil. Sementara Hyun Seok sudah sampai di rumahnya setelah usai mengantar Hyun Mun ke rumahnya. Sama halnya dengan Sang Joon, Hyun Seokpun pulang dalam keadaan bahagia. Ia bahagia bisa menghabiskan waktu seharian dengan orang-orang yang sangat ia sayangi.

  Waktu berjalan semakin cepat, singkat cerita sudah hampir satu bulan halmoni dalam keadaan koma namun hari ini tiba-tiba halmoni tersadar dari masa komanya. Halmoni tersadar saat Sang Joon yang menjaganya "halmoniya? kau sudah siuman? ah syukurlah, aku panggil dokter dulu ne! Changkaman!" sahutnya sembari menatap kedua mata halmoni "tak perlu!" serunya menahan tangan Sang Joon "wae halmonie?" tanya Sang Joon kembali menoleh ke arahnya "aku tak butuh dokter" sahutnya lirih "halmonie kau kan baru siuman, kau harus diperiksa terlebih dahulu! Tunggu sebentar ne! jaebal!!" seru Sang Joon berusaha menarik tangannya "aku bilang aku tak perlu dokter! Apa kau tuli?" sahut halmoni membuat Sang Joon menghentikan langkahnya dan kembali menghampiri halmoni "aku tidak tuli, justru karena aku sangat mencemaskanmu aku menyayangimu makanya aku ingin memberikan yang terbaik untukmu halmoni" ujar Sang Joon hampir meneteskan airmatanya "kau sayang padaku? kau sudah membohongiku selama ini kau bilang kau sayang padaku eoh?" sahutnya berhasil membuat airmata Sang Joon terjatuh juga "mianhae, jeongmal mianhae halmoni! Aku tak berniat membohongimu sedikitpun tetapi keadaan mendesak sehingga aku harus berbohong! Mianhae" Sang Joon menangis seraya memegangi kedua tangan neneknya dan bertekuk lutut di samping tempat tidur neneknya "mwosun suriya?" tanyanya.


   "tiga bulan yang lalu dokter memvonis hidupku tak akan lama lagi, dia menyarankanku melakukan operasi secepatnya sedangkan saat itu pekerjaanku sedang banyak aku tak mungkin bisa meninggalkan pekerjaanku. Pikiranku kacau saat itu tetapi aku tak sengaja bertemu namja yang memiliki kesamaan fisik denganku, aku temui namja itu lalu aku memohon padanya untuk menyamar menjadi diriku sementara aku menjalani pengobatan. Namja itu mau menerima tawaranku meski awalnya ia mengalami kesulitan, bahkan aku tak pernah tahu bahwa aku memiliki saudara kembar hingga akhirnya ahjussienya memberitahuku bahwa ia adalah kembaranku yang terpisah. Ahjussienya menceritakan masa lalu kisah kedua orang tua kami. Aku tahu kau sangat membenci ibuku tapi aku mohon jangan kau membencinya juga, aku mencintainya halmonie. Dia kembaranku, sedarah sedaging denganku, dia bagian dari diriku. Kini aku menyadari seberapa penting kehadirannya. Jaebal halmoni jangan membenci dia, dia tak pernah salah!" ujar Sang Joon menangis "kau kira semudah itu menerimanya eoh? dia sudah membohongiku, aku sangat membenci keluarganya. Aku tak pernah menyukai ibumu, dia sudah membuat anakku tergila-gila padanya. Keluarga miskin yang ingin menguasai hartaku, tak pantas hidup bersama dengan anakku arasseo?" sahut nenek itu tegas "kau salah! Mereka memang miskin, bahkan mungkin aku juga berasal dari rahim wanita miskin tapi perlu kau tahu kami tak menginginkan hartamu sepeserpun halmonie. Kami tulus menyayangimu, ibuku tulus mencintai aboji" sahut Sang Joon tak terima dengan pernyataan neneknya "terserah kau saja, aku tidak sudi melihat anak itu" sahut halmoni membuang muka "geureyo, jika halmoni tak bisa menerimanya gwenchanayo. Aku yang akan pergi ikut bersamanya, karena aku dan dia berasal dari rahim yang sama. Jika ia menderita, aku juga mau menemaninya. Aku tak mau ia menderita seorang diri, aku akan pergi bersamanya halmonie. Gomapseumnida untuk semua jasamu selama ini halmoni, aku menyayangimu" sahut Sang Joon berdiri dan menghapus airmatanya lalu pergi meninggalkan neneknya seorang diri. 

Narasi End

***

Sang Joon's POV

 Aku segera mencari aboji ketika aku memutuskan untuk meninggalkan halmoni. Aku menuju hotel menemui aboji yang sedang bekerja "appa!" seruku sesampainya di ruangan aboji "Sang Joon??? ada apa?" tanyanya segera menghentikan aktifitas kerjanya "halmonie, dia sudah siuman" ujarku duduk di depan meja kerjanya "syukurlah, apa dia baik-baik saja?" tanya aboji kuanggukkan "bahkan dia sepertinya jauh lebih baik, appa..." sahutku tertahan "wae?" tanyanya menanti kelanjutan ucapanku "halmonie tetap tak mau menerima Hyun Seok, aku sudah bilang padanya jika ia tak bisa menerima Hyun biar aku yang pergi dari hidupnya. Rasanya aku sudah cukup sakit hati mendengar perlakuan ia pada eomma dulu, aku tak mau perlakuan buruk itu terulang pada Hyun" ujarku tak sanggup membendung airmataku. Appa memelukku erat "tenanglah anakku!! Kita sudah putuskan bersama, kita akan pergi mencari kehidupan kita sendiri tanpa halmoni dan istri appa jika mereka tak pernah bisa menerima kehadiran Hyun. Appa janji itu chagiya" sahutnya "ne appa, kita harus memiliki kehidupan sendiri, kebebasan tanpa aturan dari orang lain. Aku lelah hidup dengan aturan seperti ini appa" sahutku berusaha mengatur napas "ne chagi, kita pasti bisa hidup bebas. Sabar nak!!" sahutnya kembali memelukku.

Sang Joon's POV End

***

Hyun Mun's POV

  Setelah satu minggu dikumpulkan, kini saatnya penentuan penilaian. Jauh-jauh dari Busan aku membawa hasil karyaku, ya desain baju yang kemarin sudah kukumpulkan kini sudah berhasil kuwujudkan menjadi sebuah baju indah. Ditemani Hyun Seok, aku menuju Hotel Seoul. Aku segera berkumpul dengan finalis lainnya, sementara Hyun Seok hanya menyemangatiku dari kejauhan. Tak henti-hentinya ia melambaikan tangannya ke arahku "Hwaiting chagiya!!!!" teriaknya sesekali membuatku bersemangat. Rasanya sungguh menegangkan ketika para juri menghampiriku dan memeriksa karyaku "kau yakin ini murni hasil karyamu?" tanya Kyu An memandangku sinis "ne ini murni hasil karyaku Nona" jawabku penuh rasa percaya diri "rasanya aku pernah melihat hasil karyamu di majalah fashion, kau yakin kau tidak menjiplaknya?" ucapnya membuatku terkejut "mwosun suriya? aku tak pernah menjiplaknya nona. Aku bisa pastikan itu" sahutku berusaha meyakinkannya "baiklah, semoga saja aku salah" sahutnya segera melewati mejaku "karyamu mengagumkan nona, kau menciptakan desain yang sederhana namun tetap kelihatan stylish. Aku suka karyamu, semoga kau memenangkan kompetisi ini ne!" ujar salah satu juri memuji karyaku seraya tersenyum "gomapseumnida Nyonya" sahutku tersenyum senang seraya membungkukkan badanku.


   Setelah satu jam penilaian, akhirnya juri menyuruh kami para finalis untuk menunggu hasilnya. "Aku benar-benar tegang chagiya" sahutku pada Hyun Seok sembari menanti pengumuman pemenang "tegang ne? berikan tanganmu padaku!" sahutnya mau apa, kuberikan tanganku padanya. Ia memegangi kedua tanganku seraya menatap kedua mataku chuuuu.... ia kecup tanganku "apa kau masih tegang?" tanyanya kembali menatap kedua mataku, kugelengkan kepalaku seraya tersenyum kearahku "kelak jika kau merasa tegang, kau beritahu aku ne! Aku akan membuatmu lebih tenang" ujarnya membuatku merasa menjadi yeoja paling bahagia di dunia "ne chagiya, gomawo" sahutku tersenyum ke arahnya chuuuu ia mencium keningku "cheonma chagiya" sahutnya setelah mencium keningku.

    "Kepada para finalis kompetisi Desain 2013 harap segera berkumpul di lobi sekarang, pengumuman pemenang akan segera diumumkan. Gamsahamnida" salah satu juri memberitahukan kami untuk berkumpul "aku ke sana dulu ne, doakan aku oppa!" sahutku pada Seoki "ne chagi, hwaiting!!" sahutnya mengepalkan tangannya. Aku segera menuju lobi dan berdiri dengan finalis lainnya "ya baiklah kita akan umumkan siapa pemenangnya sekarang ne?? Sudah tidak sabar bukan??" MC dari acara kompetisi ini berbicara di atas panggung "ne" jawab para finalis bersamaan "baiklah tanpa perlu berlama-lama akan segera saya sampaikan siapa saja pemenangnya. Kita mulai dari juara ketiga ne? Juara ketiganya adalah...." ujar Juri membuat jantungku berdegup begitu cepat "Juara tiga kita jatuh kepada........ Song Ah Jun..... Kepada Song Ah Jun ya diharapkan naik ke atas panggung untuk menerima tropi dan sejumlah hadiah sekarang!!" sahutnya belum juga membuat jantungku berhenti berdegup, juara ketiga itu segera naik ke atas panggung "chukhae hamnida Song Ah Jun ssie" MC memberikan ucapan selamat padanya "baiklah kembali kita umumkan Juara Keduanya ne!! Juara kedua jatuh kepada......" sahutnya lagi-lagi membuat jantungku kembali berdebar kencang "Kim Ha Na ssie" lanjut MC sempat membuatku terkejut, aku menatap ke arah Hyun Seok penuh kecemasan, kulihat ia kembali mengepalkan tangannya dan menyemangatiku "chukhae hamnida Ha Na ssie" sahut MC itu kulihat bersalaman dengan pemenangnya "okay, ini pasti sangat mendebarkan bagi finalis tersisa karena kita segera mengetahui siapa juara pertamanya... Siapa ne kira-kira??" ujar MC itu benar-benar lama, membuatku tak sabar lagi "juara pertama kita tahun ini jatuh kepada......" sahutnya ia tahan "ya Tuhan berikan posisi itu untukku. amin" doaku membathin "Han Hyun Mun ssie..." aigho apa aku tak salah dengar? mworago?? "kepada Han Hyun Mun ssie dipersilahkan naik ke atas panggung!!! Chukhae hamnida" sahutnya membuatku lompat kegirangan. Aku menatap Seoki, ia mengacungi jempolnya ke arahku sembari tersenyum.


    Aku segera naik ke atas panggung dengan penuh rasa haru, hampir saja airmataku menetes karenanya. Akhirnya impianku selama ini sampai di depan mata, rasanya aku belum bisa percaya akan hal ini. Airmataku menggenangi pelupuk mataku saat aku harus menerima semua tropi dan hadiah dari para juri "Changkaman!!!" seru seseorang dari bawah panggung membuat semua mata menoleh ke arahnya, Kyu An ya? mau apa dia??? Dia naik ke atas panggung "keputusan itu tidak sah.. Dia tidak pantas jadi pemenang! Lihatlah foto di majalah ini!!! Desain bahkan warnanya hampir sama dengan desain milik Han Hyun Mun ssie!" sahutnya menunjukkan sebuah foto dengan desain baju yang sama dengan milikku "mwosun suriya???" bathinku tak percaya, airmataku berhasil mengalir "Dia sudah menjiplak karya orang lain, karyanya tidak original. Dia tidak pantas jadi pemenang!" lanjutnya membuat airmataku mengalir deras "aniya!!! Aku tak mungkin menjiplak, ini murni hasil karyaku!!" belaku menangis.....


TBC


Aigho!!! Ada ajah nih ulah Kyu An yang bikin gemes.... Hmmmm Kira-kira gimana ya nasib Hyun Mun selanjutnya???? Benarkah desainnya hasil menjiplak????? Penasaran???? Tunggu Part terakhirnya ne.. Jheongmal Gomawo.. Annyeong!! Thor pamit....^^